Kepala SD Saruni 1 Pandeglang “Akui” Penjualan Buku Pelajaran

SDN Saruni 1

Pandeglang,BantenTribun.id – Kepala Sekolah SD Negeri 1 Saruni Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten  Pandeglang, H.Encep, mengakui adanya praktik “penjualan buku pelajaran’ di sekolahnya. Hal ini menurutnya, sudah berlangsung cukup lama dan merupakan gagasan dari  ketua komite dan kepala sekolah sebelumnya.

Encep,  yang baru menjabat 2 tahun sebagai Kepala Sekolah SD ini, mengatakan dirinya tidak berani menyetop penjualan buku ini secara sepihak, tanpa koordinasi lebih dulu dengan Ketua Komite sekolah dan orangtua siswa.

“Saya memang sudah ditegur pihak Dinas Pendidikan Pandeglang terkait penjualan buku , tapi saya mau koordinasi dulu dengan ketua komite, kalau tahun depan  sekolah tidak lagi jual buku,” kata Encep kepada BantenTribun, di kantornya, Rabu (30/8).

Menurutnya, selain sudah berlangsung lama,  pihak sekolah juga menganggap  buku pelajaran sangat diperlukan untuk pengayaan  bagi siswa untuk belajar di rumah.

“Buku pelajaran dari sekolah nggak mungkin dibawa pulang, sementara  buku itu juga diperlukan untuk pengayaan guna mendorong prestasi siswa” imbuhnya.

Kepala SD Saruni 1 ini mengatakan, penjualan buku awalnya dilakukan langgsung oleh distributor Penerbit Erlangga, kepada orangtua di sekolah. Namun karena cara itu dianggap mengganggu, akhirnya uang pembelian diinisiasi sekolah agar dititipkan terlebih dulu ke wali kelas atau guru untuk memudahkan. Ia mengaku, bahwa penjualan buku ini tidak dipaksa dan tidak diwajibkan harus semua mata pelajaran.

Anehnya, saat diminta nomer seluler ketua komite sekolah untuk dimintai konfirmasi BantenTribun, Encep menolak  tanpa alasan jelas.

Penjelasan Kepala sekolah ini dianggap tidak masuk akal dan berbeda dengan keluhan orangtua.

Sebelumnya, seperti diberitakan BantenTribun, orangtua siswa  mengaku tidak pernah diajak bicara. Setiap tahun ajaran baru, orangtua terpaksa membeli buku sebanyak 6-7 buku paket pelajaran dengan harga yang sudah ditetapkan pihak sekolah. Pembelian buku pelajaran juga bisa bertambah setiap waktu.

Kepala Sekolah SD Saruni 1 mengaku siap menerima sangsi atau mutasi  dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, jika penjualan buku  tersebut dianggap salah.

Menanggapi  adanya praktik jual buku yang berlangsung  cukup lama di sekolah ini, pemerhati  pendidikan yang juga Ketua LSM Kompast, Novan Hidayat, mempertanyakan kinerja Pengawas dan Korwas SD, yang dianggap sengaja melakukan pembiaran praktik tersebut. Alasan Kepala sekolah juga dianggap janggal. Novan justru mengingatkan pihak sekolah agar tidak tergoda iming-iming besarnya  fee yang ditawarkan penerbit, supaya sekolah tidak dinilai sengaja “ngobyek” dan melanggar ketentuan.

“Pengawasnya apa tidak pernah menegur? Kalau tidak ada maksud mencari keuntungan, pembelian buku pelajaran untuk pengayaan siswa kan bisa menyuruh orangtua beli diluar. Kita belum mengecek apakah buku-buku yang dijual itu lolos dan sesui rekomendasi pemerintah atau tidak.”kata Novan, via seluler, Rabu (30/8) kepada BantenTribun.

Hingga saat ini, pengawas SD wilayah kerja  Kecamatan Majasari, Mahpudin, belum dapat dihubungi. Begitu pula dengan(korwas)  Koordinator pengawasnya. (Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.