Kecerdasan Ustad Adi Hidayat Lc.Ma, Diakui Teman Kecil dan Mantan Gurunya

1383
Adi Hidayat saat menerima penghargaan juara 1 di TK Pertiwi- dan Dianty Asri sebagai juara 2. foto dok pri.

Pandeglang,BantenTribu.id –  Popularitas  Ustad Adi Hidayat terus meroket. Godaan materi mungkin juga membayangi. Ceramahnya, juga sering dibenturkan dan dibingkai tidak pas oleh pihak-pihak lain, sehingga bisa menjadi sumber konflik.

Menyadari hal itu, Adi Hidayat, meskipun jarang bermain  media sosial, akhirnya menggagas berdirinya Akhyar TV, sebagai saluran resmi dakwahnya, untuk semata-mata meluruskan materi dakwah agar lebih utuh bahkan juga diharapkan bisa menjadi media penyiaran islami yang bisa mengalahkan Youtube, seperti pengakuannya di sebuah portal berita.

Ustad Adi Hidayat, pendiri Sekolah Kader Ulama, Quantum Akhyar Institute, di Bekasi Jawa Barat ini, ternyata dimata teman semasa  kecil dan mantan guru SD-nya memang dikenal sangat cerdas dan berani orasi di depan kelas sejak usia TK.

Dianty Asri Kurniasari,  salah seorang teman Adi Hidayat sejak  di TK Pertiwi dan SDN Karaton 3 Pandeglang, mengatakan jika Adi, sejak kecil memang sangat cerdas, mudah inget dan juga berani berpidato di depan kelas.

“Adi Hidayat memang pintar, cepat inget sama pelajaran,  dan selalu juara 1 di sekolah. Ia juga termasuk anak aktif yang nggak mau diam,” kata Dianty, yang kini tinggal di Perum Puri Cikarang Hijau Cikarang Utara Bekasi, kepada BantenTribun via WA, rabu (30/8).

Kepsek SD Karaton 3 Pandeglang, di depan kelas Adi Hidayat dulu

Testimoni Dianty, dibenarkan Hj. Holidah, Kepala SDN Karaton 3 Pandeglang, tempat Adi Hidayat pernah sekolah hingga kelas 3.

Meskipun Ia mengaku  belum tahu dan merasa kaget jika muridnya dulu, Adi Hidayat,  kini menjadi Ustad yang populer dan  ceramahnya kerap menghampiri gadget.  Holidah membenarkan jika  Adi Hidayat memang sangat cerdas dari kecil, Ia juga berani tampil depan kelas, sekaligus tidak mau diam.

“Kadang sedikit usil sih…namanya juga anak-anak. Tapi dia selalu dapat peringkat satu. Waktu itu saya masih menjadi guru dan mengajar pelajaran Agama Islam” kata Holidah kepada BantenTribun di sekolahnya, Rabu (30/8).

Holidah menceritakan jika Adi Hidayat  bersekolah di SD Karaton 3,hanya sampai kelas 3, lalu pindah ke SDN Pandeglang 3 dan terakhir terpilih masuk SD Unggulan di Saruni.

“Adi pindah sekolah karena mungkin menganggap SD Karaton 3 ini kurang fasilitas dan dianggap SD pinggiran, padahal ibunya ( Hj.Rafiah Akhyar-red) yang juga  guru agama di sini, sempat melarang  Adi pindah sekolah,” terang  Holidah.

Holidah  berharap keberhasilan Adi Hidayat, tidak melupakan kampung halamannya, dan terus membangun tauhid ummat agar menjadi lebih baik. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here