Kasus Pungli Prona Bojong Manik, Bakal Ada Calon Tersangka?

382
WargaDesa Bojong Manik mendatangi tokoh masyarakat untuk melaporkan dugaan pungli prona (foto-dok)
WargaDesa Bojong Manik mendatangi tokoh masyarakat untuk melaporkan dugaan pungli prona (foto-dok)

Irna Narulita, sangat menyayangkan adanya dugaan pungli tersebut.  Menurutnya, jika terbukti ada pungli yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun aparat desa,  ia memastikan memecatnya, karena dianggap sudah merugikan masyarakat. warga Desa Bojongmanik diminta untuk melaporkan dugaan pungli prona tersebut kepada Kejari Pandeglang dan diminta tidak perlu takut.

Pandeglang, BantenTribun.id – Dugaan Pungutan Liar (Pungli) Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) atau yang dulu disebut Prona oleh oknum aparat Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindang Resmi,  Kabupaten Pandeglang, diadukan ke Polisi.

Terkiat proses hukum yang telah didalami polisi,  Bupati Pandeglang Irna Narulita, menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Hal itu setelah berkomunikasi dengan Kapolres Pandeglang dan Kejaksaan Negeri (Kejari)  Pandeglang.

“Tadi itu dibahas dengan Pak Kapolres AKBP Indra Lutrianto Samstono. Lagi diselidiki di bawah,  mungkin ada calon calon tersangka yang bakal ditetapkan oleh  penegak hukum. Saya  menghormati proses hukum, tadi saya  sampaikan ke Kapolres,”terangnya.

Irna Narulita, sangat menyayangkan adanya dugaan pungli tersebut.  Menurutnya, jika terbukti ada pungli yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun aparat desa,  ia memastikan memecatnya, karena dianggap sudah merugikan masyarakat.

“Apapun itu, ASN Kades  atau aparat desa lainnya kalau bersalah, harus dipecat, kalau ada hal-hal yang merugikan. Kepala Desa  kan jadi figur ,”tegas Irna kepada wartawan, Jumat 15 Desember 2017.

Meski begitu Irna Narulita , memberikan toleransi kepada panitia ditingkat desa memungut kepada warga berdasarkan kesepakatan dalam proses pembuatan sertifikat dikisaran angka Rp200 ribu. Jika jauh melebihi, jelas tidak dibolehkan.

“Kalau iuran atas kerelaan dan biaya pengukuran dilapangan sebesar Rp 200 ribu masihlah.Tapi  kalau sampai  Rp750 ribu, itu yang tidak dibenarkan. Namanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, gak baik juga,”terangnya.

Irna juga meminta ketegasan dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Pandeglang. Sebab ia menduga praktik tersebut tidak hanya dilakukan oleh ASN ataupun aparatur desa.

“Hal-hal itu lah yang ditekankan oleh oknum di lapangan, aparat desa,  aparatur kecamatan dan BPN (Badan Pertanahan Negara). Mungkin oknumnya bukan hanya ASN, aparat desa saja,  di BPN-nya juga harus tegas. Mudah-mudahan sih kedepan dilapangan ada operasionalnya karena selama ini  hal itu yang jadi masalah,”tambah Irna.

Kejari Siap Usut dan Cari Data

Polisi tengah menyelidiki dugaan pungli di Desa Bojong Manik yang dilakukan oleh aparat desanya.  Selain Polisi ternyata Kejari Pandeglang mengaku siap untuk turun tangan guna mengusut tuntas kasus dugaan pungli tersebut.

Kasi Intel Kejari Pandeglang, Edius Manan mengaku, siap melakukan pengusutan dugaan pungli prona, karena menurutnya kasus tersebut bagian dari perbuatan yang dilarang oleh Undang-undang, sebab pembuatan sertifikat tanah sudah digratiskan oleh Negara.

“Kita akan lakukan penyelidikan. Tapi tolong kalau ada informasi dan data awal berikan kepada kami,” kata Edius

Edius juga menyarankan warga Desa Bojongmanik untuk melaporkan dugaan pungli prona kepada jajarannya, agar kasus yang saat ini mendapatkan penolakan keras dari masyarakat ini bisa secepatnya ditangani.

“Tidak usah takut, kita tidak akan mencari kesalahan orang, kita hanya meluruskan. Kalau salah kita perbaiki, dan kalau melanggar hukum harus diproses,” tegasnya.

Inspektur Inspektorat Pandeglang, Iskandar, mengaku sudah menangani kasus dugaan pungli PTSL yang terjadi di Desa Bojongmanik. Pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait.

“Sedang kami tangani sesuai perintah pimpinan, karena kasusnya harus kami klarifikasi dulu. Kalau memang ada indikasi dan terbukti memperkaya diri sendiri, dan lain sebagainya, kita lakukan pemeriksaan,” kata Iskandar.*(cok/kar)

2 KOMENTAR

  1. Saya sebagai warga desa Bojong manik,saya harap pihak kepolisian harus trus mengusut sampei tuntas soal kasus ini.hukum harus ditegakkan,yg salah harus dipenjarakan.tangkap orang orang yg ikut membantu dalam kerusuhan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here