Kasus Korupsi Tunda, Kejari Pandeglang Kembali Panggil Mantan Kadisdikbud

295

 

Kasi-Pidsus-Kejari-Feza-Reza (foto.dok)
Kasi Pidsus, Feza Reza-  Kasus Korupsi Tunda, Kejari Pandeglang Kembali Panggil Mantan Kadisdikbud

Jika sudah ditemukan dua alat bukti yang kuat, tidak menutup kemungkinan mantan Kadisdikbud Pandeglang, Dadan Tafif Daniel, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi “Dana Tunda”.

Pandeglang, BantenTribun.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang kembali memanggil mantan pejabat Disdikbud untuk pengembangan kasus korupsi Tunjangan Daerah (Tunda) guru 2012-2014 di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pandeglang.

Kali ini, giliran Kadisdikbud periode 2013-2015, Dadan Tapif Daniel, yang menjalani pemeriksaan. Selain Dadan Tafif, Kejari juga memeriksa kembali mantan Sekretaris Disdikbud, Nurhasan, yang statusnya sudah menjadi tersangka.

Kasubag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP) tahun 2011 Tateng Aji dan Asep E Setiawan, PEP 2012-2013, juga dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya Kejari juga memanggil mantan Kepala Dindikbud periode 2015 Mochamad Amri, pada Jumat (10/11) lalu.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Pandeglang, Feza Reza ke empat pejabat itu dipanggil untuk pengembangan kepentingan kasus tunda dan saksi tersangka Ila Nurlaela. Dalam pertanyaan pemeriksaan yang di berikan terhadap Dadan, Menurut Reza ada sekitar 30 pertanyaan diantarannya kaitan tupoksi Dadan sebagai kepala dinas.

“Ke empat pejabat itu di periksa untuk kepentingan pengembangan kasus tunda. Ya, Dadan untuk saat ini sebagai saksi tersangka Ila,” kata Reza saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/11/2017).

Namun, lanjut Reza, tidak menuntup kemungkinan jika ditemukan dua alat bukti yang kuat, mantan Kadindikbud Dadan bisa ditetapkan menjadi tersangka.

“Kalau soal bakal ditetapkan tersangka atau tidaknya Dadan, kami akan melihat dua alat bukti yang cukup terlebih dulu,” jelasnya.

Meski kasus tunda tahun 2012-2017 sudah dilakukan persidangan terhadap terdakwa Tata Sopandi yang sudah di vonis 6 tahun hukuman pada Kamis (12/10) lalu di Pengadilan Tipikor Serang.

Namun sampai saat ini pihak Kejari Pandeglang masih mengembangkan dan mendalami perkara tersebut, untuk kepentingan apakah ada keterlibatan dari saksi-saksi yang saat ini sudah dilakukan pemeriksaan.

“Untuk saksi tersangka Ila ini, kurang lebih sudah 11 penjabat yang kami lakukan pemeriksaan. Soal saksi apakah akan menjadi tersangka, pasti akan menjadi tersangka jika memenuhi dua alat bukti yang cukup,” tegasnya.*(NG/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here