Tanpa Pemain Lokal, Ini 3 Kandidat Pemain Terbaik Liga 1

48
tiga pemain terbaik liga 1
@sylvanocomvalius

Harus diakui, bila ketiga pemain asing tersebut memang pantas menyemat predikat pemain terbaik Liga 1 musim ini bila standar yang ditetapkan adalah kemampuan dalam memberi pengaruh positif bagi tim

Pandeglang, BantenTribun.id- PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator Gojek Traveloka Liga 1 telah menentukan tiga kandidat pemain terbaik yang berlaga di kasta tertinggi  kompetisi sepakbola Indonesia. Sayangnya, dari tiga nama yang dirilis itu, tak satupun berasal dari pemain lokal.

Tiga nominator yang terpilih tersebut adalah Sylvano Convalius (Bali United), Paulo Sergio (Bhanyangkara FC) dan Wiljan Pluim (PSM Makasar).

Berdasarkan penilaian tim Technical Study Group PT. LIB, penilaian terhadap ketiga pemain tersebut tak hanya dinilai dari aspek kualitas teknik secara individu, tapi didasarkan pula pada kemampuan mereka memberi pengaruh bagi permainan tim secara keseluruhan.

Selain itu, pemain yang terpilih, sejatinya memiliki semangat juang, antusias dan konsiten tampil maksimal dalam tubuh tim mereka masing-masing.

Sylvano Comvalius

Pemain kelahiran Amsterdam 10 Agustus 1987, ini memang pantas menjadi kandidat pemain terbaik Liga 1 musim ini. Tampil biasa saja diawal musim– bahkan sering membuang . Perlahan tapi pasti lelaki dengan ciri khas jenggot tebal menjuntai itu memberi kontribusi positif untuk raihan prestasi Bali United Musim ini.

Hebatnya lagi, pemain bertinggi nyaris dua meter itu berhasil memecahkan rekor pencetak gol terbanyak di liga indonesia yang bertahan selama 22 tahun. Peri Sandria yang kala itu bermain untuk Bandung Raya di musim 1994/1995  berhasil mencetak 34 gol, dan Sylvano mampu melewatinya dalam pertandingan kontra Sriwijaya FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar , (30/10).

Comvalius juga sering mengemas gol-gol penentu, baik  gol kemenangan maupun memaksa hasil imbang. Laga kontra Barito Putra (25/10) menjadi bukti, golnya di menit akhir babak kedua, memupuskan kemenangan di depan mata Barito.

Wiljan Pluim

Wiljan merupakan pemain yang sudah melang-melintang di kompetisi tertinggi negeri kincir angin Belanda. Pemian yang berposisi sebagai playmaker di tim PSM Makasar ini pernah membela Vitesse Arnhem, Roda JC dan Willem II sebelum akhirnya berlabuh di tim liga Vietnam, Becamex Bin Dhuong, dan kini membela PSM Makasar.

Kehadiran Pluim mampu merubah wajah PSM sekaligus memberi harapan baru bagi suporter Juku Eja mengulang sejarah kejayaan timnya.

Kehadiran pemain kelahiran Zwolle, Netherlands 28 tahun lalu itu, sangat berpengaruh pada aliran bola PSM dari lini tengah. Wiljan melaksanakan tugasnya sebagai “Menteri Perhubungan” PSM dengan baik.  Ia juga telah mengemas 10 gol untuk tim Ayam Jantan dari Timur.

Paulo Sergio

Kehadiran pemain asal Portugal ini mampu merubah kondisi Bhayangkara yang tampil biasa-biasa saja di awal musim.

Berjibaku di lini tengah bersama pemain muda potensial macam Evan Dimas, eks pemain timnas U 21 Portugal ini mampu menjadi pengatur ritme permainan tim yang identik dengan Polri itu.

Umpan-umpan mantan pemain Portugal U 21 itu kerap memudahkan penyerang Bhayangkara, terutama Ilja Spasojevic untuk menceploskan bola ke gawang lawan.

Harus diakui, bila ketiga pemain asing tersebut memang pantas menyemat predikat pemain terbaik Liga 1 musim ini bila standar yang ditetapkan adalah kemampuan dalam memberi pengaruh positif bagi tim. Tapi yang disayangkan dari sekian yang dipilih, tak satupun pemain lokal masuk kategori tiga besar. (Ajat S)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here