Kandang Ayam Ras di Mekarwangi Saketi Ternyata Belum Kantongi Ijin Lingkungan

Usaha ayam ras pedaging di Kampung Pematang Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi yang dilaporkan warga dan diminta ditutup, ternyata belum kantongi ijin lingkungan.(foto- Kabid Peternakan Diskan/kar-BantenTribun)
Usaha ayam ras pedaging di Kampung Pematang Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi yang dilaporkan warga dan diminta ditutup, ternyata belum kantongi ijin lingkungan.(foto- Kabid Peternakan Diskan/kar-BantenTribun)

Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang memastikan kandang ayam ras di Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi yang dilaporkan masyarakat sekitar agar ditutup bupati, ternyata belum memiliki ijin lingkungan dari warga. Jarak kandang dengan permukiman warga, juga tidak memenuhi syarat usaha ternak ayam yang ditetapkan dalam Perda.

Pandeglang,BantenTribun.idKehadiran kandang ayam ras pedaging  di Kampung Pematang Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi, dituding warga sekitar telah mencemari sungai dan lingkungan kampung. Selain bau menyengat dan banyak lalat, matinya ikan kolam warga dianggap sebagai akibat pencemaran. Pemilik kandang ayam juga dinilai ingkari kesepakatan bersama  yang sudah dibuat.

Masyarakat Kampung Pematang, meminta Bupati Irna Narulita untuk segera menutup usaha Ayam Ras Pedaging yang ada di Kampung Pematang, Blok Cimande, RT 18/04. Permintaan warga, sebagaimana tertuang dalam  surat pengaduan kepada bupati tertanggal 12 Februari 2018,dan mengancam akan melakukan demo ke jalan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Diah Lukitaningsih, membenarkan jika keberadaan kandang ayam di lokasi tersebut belum memiliki ijin lingkungan dari warga sekitar. Selain itu, kandang ayam skala peternakan rakyat itu juga belum mendapat rekomendasi dari Distan.

Lokasi kandang ayam, dinilai tidak memenuhi syarat jarak yang ditetapkan sesuap Peraturan Daerah (Perda) tentang usaha peternakan rakyat. Jarak kandang ayam tersebut diperkirakan hanya 25 meter dari permukiman  warga terdekat.

Kepastian ini diperoleh dari hasil peninjauan lapangan ke lokasi kandang  pada Minggu(18/2), terkait keluhan dan permintaan warga Kampung Pematang yang dilaporan ke Bupati Pandeglang.

“Minggu kemarin sudah kami lihat ke lokasi langsung didampingi perangkat desa dan petugas dari Polsek, untuk  diskusi dengan warga sekitar. Jarak kandang  milik H.Iman, memang terlalu dekat dengan permukiman. Kami juga sudah berusaha mengundang pemilik berdialog, namun tidak semua hadir,” kata Diah Lukitaningsih, kepada BantenTribun, di kantornya, Selasa(20/2).

Namun demikian, Diah tetap menyarankan agar warga sekitar melakukan musyawarah kembali supaya menemukan jalan tengah terbaik.

“Kalau masalah penutupan kandang tersebut, nanti pihak Satpol PP yang berwenang, setelah ada rekomendasi atau permintaan dari pihak Distan,” terang Diah.

Menurut Ovan, warga Kampung Pematang, warga tetap menghendaki kandang ayam tersebut ditutup.

“Sampai detik ini warga tetap menghendaki kandang ayam tersebut ditutup. Jadi bukan hanya  karena sudah kecewa akibat kesepakatan sebelumnya diingkari pemilik kandang,” jelas Ovan, lewat chat telephon, Selasa,20/2.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.