Belajar dari Kampung Warna: Ketika Ide Sederhana Menjadi Fenomena

270
kampung warna malang
salah satu sudut kampung warna Jodipan Malang, foto Banten tribun

Pandeglang, BantenTribun.id- Salahsatu kekuatan terbesar manusia adalah ide. Ide yang hebat lahir dari proses berpikir dan dielaborasi dalam sebuah tindakan. sejak dulu hingga sekarang kita sering melihat, membaca dan mendengar tentang kisah seorang hebat yang mampu merubah dunia karena ide dan tindakan nyata. Si Jenius Einstein menemukan gaya gravitasi hanya karena melihat buah apel jatuh ke tanah. Kemudian wright bersaudara berhasil menemukan kendali pesawat setelah sebelumnya mereka mengamati layang-layang.

Dulu hingga eranya kaum milenial saat ini, sejatinya ide selalu lahir dari hal-hal yang sederhana. Adalah Nabila Firdausyiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamadiyah Malang bersama teman-temannya yang tergabung dalam kelompok Guyspro mampu merubah kawasan bantaran sungai yang kumuh menjadi spot wisata kekinian yang fenomenal dimalang yang dikenal sebagai Kampung Warna-Warni Jodipan Malang juga lahir dari ide yang sederhana.

Nabila Cs awalnya hanya bermaksud untuk merubah perilaku warga bawah jembatan Jodipan untuk tidak membuang sampah sembarangan, namun karena landscape jodipan yang instagramable, mereka berpikir untuk memberi nilai lebih dengan menjadikan jodipan sebagai kampung warna-warni ala Indonesia.

Ide kampung warna-warni diakui terinspirasi dari kampung serupa di Rio de Janeiro Brazil juga kawasan Santorini di Yunani. Namun ide hanya sekedar asa jika tidak di wujudkan dalam kenyataan. Mahasiswa Unmuh Malang tersebut menggaet komunitas mural malang, CSR salahsatu perusahaan cat di Malang serta masyarakat sekitar. Ide tersebut menjadi nyata kampung, Jodipan yang awalnya termasuk dalam agenda penggusuran Pemkot Malang kini berubah menjadi spot wisata baru bahkan menjadi ikon baru kota Malang.

Kini, ketika anda berkunjung ke Kampung Warna Jodipan, anda bisa melihat puluhan mungkin ratusan mural yang tertata rapih di dinding rumah warga, bahkan di dinding sekitar bantaran sungai. Mural yang dibuat dengan kreatif dan kekinian itu sangat beragam, dari tulisan yang sempat viral seperti “OM TELOLET OM’, gambar hewan seperti harimau dan gorilla hingga kartun favorit anak-anak jaman ini Frozen.

Perjalanan ke Malang, khususnya ke kampung Warna-Warni Jodipan Malang  memberi nilai lebih bagi sisi lain kehidupan saya, ternyata ide sederhana bisa menjadi fenomena jika dikerjakan dengan niat ikhlas dan cara cerdas. Nabilah Cs, tidak saja mampu merubah perilaku warga jodipan yang kumuh dan tidak peduli sanitasi, menjadi warga yang ramah dengan pemukiman bersih. Tapi lebih dari itu mereka mampu meningkatkan taraf hidup warga berkat kunjungan wisatawan baik lokal malang maupun dari luar Malang seperti saya.

Saya sepakat saat ini, Indonesia butuh orang-orang kreatif seperti Nabila Cs yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dengan ide dan tindakan nyata, bukan sekedar generasi yang doyan “curcol” di Sosmed yang kadang kontraproduktif. Oh ya Banten dan Pandeglang kapan ya punya spot wisata unik macam di Jodipan Malang ini?(Ajat Sudrajat)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here