JakGrosir Kramat Jati Sudah 3 Kali Diterjang Banjir

224

Jakarta,BantenTribun.id  — “JakGrosir” di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah tiga kali diterjang banjir dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Banjirnya jakGrosir itu diduga akibat pembangunan yang tidak sempurna sehingga mengalami kebocoran parah.

Peristiwa terakhir terjadi Minggu (1/10) siang, manakala Jakarta diguyur hujan lebat. Padahal, pusat perkulakan milik PD Pasar Jaya itu, yang dibangun dengan menelan biaya sekitar Rp 20 miliar, baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, 8 September 2017.

Saat banjir sebelumnya, yang terjadi sekitar dua pekan lalu,  juga menimbulkan kerusakan pada barang-barang dagangan di sana, dan ditaksir melahirkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Bahkan, sebetulnya, sehari menjelang acara peresmiannya, bangunan “JakGrosir” itu pun sudah menunjukkan tanda-tanda ketidakberesan dengan munculnya kebocoran parah yang mengakibatkan banjir

Rentetan peristiwa memalukan itu melahirkan spekulasi adanya “permainan” dalam proyek pembangunan aset milik PD Pasar Jaya tersebut, yang pelaksanaannya dikerjakan PT Praja Vita Mulia dengan nilai kontrak sekitar Rp 20 miliar.

Perkara kebocoran itu diakui Manajer Bidang Pembangunan PD Pasar Jaya, Adi Sulaiman. Menurutnya, pihak kontraktor pelaksana sudah dimintai pertanggungjawabannya.

“Soal kebocoran di JakGrosir (Kramat Jati) itu sedang dalam penanganan. Kontraktornya sudah dikenakan denda untuk penggantian barang-barang yang rusak. (Masalah) bangunan (sendiri) masih dalam tanggung jawab kontraktor untuk pemeliharaannya,” kata Adi Sulaiman kepada BantenTribun, Senin (2/10), melalui pesan WhatsApp-nya.

Pengakuan serupa disampaikan Direktur Teknik PD Pasar Jaya, Adi Wijaya. Ia membenarkan adanya kasus kebocoran parah di “JakGrosir” Pasar Induk Kramat Jati tersebut.

Kesibukan karyawan “JakGrosir” mengevakuasi barang-barang jualan saat banjir yang terjadi hari Minggu, 1 Oktober 2017 (Foto: Dok. BantenTribun).*

“Benar, memang ada kebocoran di sana. Peristiwanya sudah tiga kali. Saat ini sedang diadakan rapat untuk memperbaiki sumber kebocoran itu,” kata Adi Wijaya kepada BantenTribun, Senin (2/10).

Sementara itu, terkait rusaknya barang-barang dagangan di “JakGrosir” Pasar Induk Kramat Jati, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menyatakan tidak terlalu bermasalah karena masih bisa ditukar ke para penyedianya.

“Kalau soal barang-barang (dagangan) yang rusak, itu (masih) bisa di-return ke supplier. Soal kebocorannya sendiri, sedang dilakukan perbaikan, dan kajian (tentang) penyebabnya sedang di-meeting-kan,” kata Arief Nasrudin kepada BantenTribun, Senin (2/10).

Menurut keterangan sumber BantenTribun di lingkungan PD Pasar Jaya, berbagai masalah yang membelit di sekitar “JakGrosir” itu memang sudah membuat Arief Nasrudin hampir menyerah.

“Saya dengar sih Pak Dirut (Arief Nasrudin) sendiri sudah merasa hampir give up (menyerah) menghadapi masalah JakGrosir ini,” kata sumber BantenTribun  tersebut.

Bisa Juga Kesalahan Pengawas

Ditemui secara terpisah, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Achmad Nawawi, menyatakan, ketidaksempurnaan pada proyek pembangunan itu bisa juga akibat faktor kesalahan para pengawasnya dalam mengawasi kegiatan tersebut.

“Kalau DPRD bisa turun ke lokasi, nanti kami bisa panggil Manajer PD Pasar Jaya, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktornya. Siapa yang salah? Kontraktornyakah? Jangan-jangan, pengawasnya nggak pernah datang,” kata Achmad Nawawi kepada BantenTribun di Ruang Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Senin (2/10).

Maka, lanjut Nawawi, supaya agenda aksinya lebih konkret, yang lebih bagus memberikan tanggapan terhadap masalah ini sebenarnya adalah Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.

“Kemungkinan bisa banyak. Kalau versinya adalah bocor pada saat bangunan belum selesai atau belum diserahterimakan, maka segala kerugian yang timbul pun tentunya menjadi tanggung jawab kontraktor. Mereka harus memperbaiki ulang, sampai betul-betul sempurna,” kata Nawawi.

Soal kemungkinan adanya penyimpangan dalam teknis pelaksanaan, politisi Partai Demokrat itu menyatakan, harus dilakukan check and recheck dulu.

“Harus di-crosscheck dulu, apakah kesalahannya ada pada teknis pelaksanaan, atau memang sudah salah sejak perencanaan teknisnya,” kata Nawawi.

Sementara itu, Ketua Umum LSM PAN, Thomson Sirait, menyatakan keheranannya kalau disebutkan pembangunan “JakGrosir” di Pasar Induk Kramat Jati tersebut belum selesai atau belum sempurna.

“Kalau belum selesai atau belum sempurna, bagaimana mungkin bisa diresmikan dan dioperasikan? Bukankah hal itu sudah pasti didahului dengan acara serah-terima barang yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST)? Dan, untuk bisa diterima, pasti dilakukan pengecekan dulu terhadap kelayakan bangunan. Perlu dipertanyakan di sini kinerja para Pejabat Penerima Barang di PD Pasar Jaya,” kata Thomson kepada BantenTribun, Selasa (3/10).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here