Ini Dia, Proses Buah Kakao Menjadi Cokelat Nikmat

proses buah kakao menjadi cokelat

Proses buah Kakao menjadi Cokelat ternyata tidaklah mudah dan panjang. Pemahaman akan proses diharapkan membangun kesadaran bagi penikmatnya

BantenTribun.id- Siapa yang tak suka Cokelat, dari anak-anak hingga orang dewasa banyak yang suka dengan jenis makanan yang satu ini.

Cokelat juga menjadi simbol dalam cinta, lihat saja saat hari Valentine tiba, ribuan mungkin jutaan ton cokelat laris manis di buru para ‘abege’ yang tengah dimabuk cinta. Mereka merasa betapa romantisnya kisah cinta mereka dengan kehadiran simanis coklat itu.

Tak hanya itu, berbagai penelitian konon juga membuktikan bila Cokelat berefek untuk meredakan stres sampai mengandung aphrodisiac untuk menambah daya tarik seksual.

Lelehan coklat juga dapat diolah menjadi beragai bentuk yang menarik perhatian, dari yang mainstream seperti batangan, dan chungky bar hingga dibentuk menjadi boneka atau figur-figur kartun yang mencuri perhatian anak-anak.

Cokelat memang nikmat, tapi itu yang hadir bagi anda para end user yang sekedar menikmati sensasinya dengan berbagai tujuan, namun tahukah anda bagiamana proses buah Kakao menjadi cokelat nikmat yang anda konsumsi?

Bila mau mengkaji, ternyata prosesnya tidak mudah, dan banyak melibatkan perasan petani dan pekerja pengolahan didalamnya.

kakao

Cokelat nikmat itu awalnya berasal dari pohon Kakao (Theobroma cacao). Dimana petani Kakao diseluruh dunia berharap tanamannya menghasilkan buah unggul ditengah berbagai cobaan, terutama soal gangguan usaha perkebunan dari Serangan Hama yang kian masif. Petani harus menunggu setidaknya dua hingga tiga tahun untuk memetik hasilnya.

Sayangnya, buah-buah yang muncul dan berwarna-warni sesuai gennya itu, tidak serta langsung bisa dinikmati, banyak proses pasca panen didalamnya, mulai dari pemetikan, seleksi buah, pembukaan biji, fermentasi hingga pengeringan harus dilewati sebelum menjadi bubuk atau lelehan cokelat yang nikmat.

Jumlah biji dalam pod buah kakao matang biasanya berisi 25 hingga 40 biji Kakao, itu pun jika hasilnya baik.

biji kakao

Biji-biji Kakao yang telah dikeluarkan dari podnya itu kemudian di fermentasi selama 5-7 hari, dengan berbagai metode, ada yang hanya ditutupi dengan daun pisang, ada juga dengan menggunakan karung atau menggunakan peti Fermentasi.

Fermentasi merupakan proses vital untuk menghasilkan rasa kakao yang ciamik, dan ini jarang dilakukan oleh petani Indonesia, makanya harga Kakao dalam negeri kalah bersaing dengan negara lain yang sudah sadar akan pentingnya fermentasi.

Selain itu, fermentasi dalam proses buah kakao menjadi cokelat akan mempengaruhi rasa dan kenikmatan. Fermentasi bisa meningkatkan suhu biji Kakao hingga 50 derajat celcius. Dengan fermentasi, sejatinya juga menjadikan Kakao sudah tak lagi mentah.

Lalu setelah fermentasi selesai apakah proses juga selesai, nyatanya belum. Pasalnya, lepas Fermentasi, biji kakao juga harus dikeringkan lagi dalam matahari langsung selama 7-10 hari. Atau bagi yang memiliki Dryer atau mesin pengering, bisa menggunakan alat itu.

Proses pengeringan menggunakan sinar matahari harus dibolak-balik secara rutin agar kekeringan biji merata.

Biji-biji fermented dan sudah dikeringkan dengan merata inilah yang biasanya diekspor atau dijual ke perusahaan cokelat dalam dan luar negeri.

Biji Kakao tersebut selanjutnya kembali diseleksi untuk kemudian dipanggang menggunakan roaster.

Setalah dipanggan, biji kakao kemudian di giling menjadi partikel-partikel biji yang lebih kecil

Kemudian biji-biji halus itu kembali digiling dalam mesin lain yang cara kerjanya menggunakan gesekan dan menimbulkan biji sehingga mampu melelehkan kandungan cocoa butter dalam biji. Proses ini biasanya memakan waktu 2 hingga tiga hari sekliagus menghilangkan rasa pahit Kakao.

Selepas proses pelelehan kandungan cocoa butter, proses berikutnya adalah pencetakan menjadi berbagai bentuk Cokelat, baik batangan, atau yang lainnya untuk kemudian siap kemas dan dijual ke end user.

Proses buah kakao menjadi cokelat ternyata sangatlah panjang, dengan kesadaran tentang proses yang tidak mudah itu, diharapkan para penikmatnya mampu menghargai berbagai usaha yang telah dilakukan dan melibatkan banyak keringat dari petani hingga karyawan di proses pengolahan.

Pemahaman akan proses itu diharapkan pula dapat menambah sensasi dan nikmatnya cokelat yang selama ini kita konsumsi dengan berbagai variannya. (aji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.