Inflasi Jakarta Membaik, Sandi Uno Belum Puas

inflasi jakarta
Sandi Uno dalam konferensi pers membahas stabilisasi inflasi jakarta. foto: Instagram Sandiuno

Inflasi Jakarta bulan Mei mencapai 0.45 persen, capaian itu jika dibandingkan year to year lebih baik atau berhasil ditekan. Meski begitu Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno merasa belum puas dan akan bekerja lebih keras untuk menekan inflasi Juni hingga Desember 2018

BantenTribun.id- Menilik rilis Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, dalam laporan perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi DKI Jakarta Nomor 26/06/31/Th.XX, 4 Juni 2018, dilaporka bahwa DKI jakarta mengalami inflasi sebesar 0.45 persen, dengan laju inflasi mencapai 1.41 persen dan laju inflasi year to year mencapai 3.28%.

Data itu berasal dari tujuh kelompok pengeluaran yang diteliti dimana tiga besar yagn menagalami laju inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Terkait Inflasi di DKI Jakarta, Wakil Gubernur, Sandiaga Uno mengaku bila capaian inflasi sebesar 0.45 persen itu lebih baik jika dibanding tahun lalu. Artinya provinsi yang dipimpin Anies Baswedan dan dirinya mampu menekan laju inflasi tahun ini.

laju inflasi jakarta
Perkembangan Inflasi DKI Jakarta Mei 2017 – Mei 2018. Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta

Data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta menunjukan, Inflasi DKI Jakarta secara year to year memang membaik. Mei Tahun 2017, inflasi Jakarta mencapai 0.49 persen sementara Mei tahun ini hanya 0.45 persen.

Namun jika dibandingkan secara month to month Inflasi Jakarta memang melonjak, dari 0.06 menjadi 0.45, namun hal ini diduga dengan persiapan dan memasuki bulan Ramadhan. Menurut BPS sumbangan tertinggi inflasi berasal dari komoditas daging ayam ras, telur ayam dan angkutan udara.

Sandi mengakui laju inflasi jika dibandingkan dari bulan ke bulan memang tinggi, namun jika dibandingkan Mei tahun lalu, tahun ini lebih baik.

Nah saya ingin simpulkan bahwa kabar baiknya harga pangan jinak. Inflasi Jakarta Mei 0.45%, in month to month memang tinggi, tapi cenderung turun dibanding tahun lalu.” ungkap sandi dikutip dari laman kontan.

Menurut Sandi, Laju Inflasi berhasil ditekan berkat upaya Tim Penanggulangan Inflasi Daerah menjaga harga komoditas pangan sejak awal tahun 2018.

Sandi mengaku bila tim mampu mengubah stigma harga pangan naik saat lebaran menjadi lebih terkendali,

Sandi mengaku belum puas dengan apa yang telah dicapai saat ini dan berupaya mengawal stabilisasi harga pokok yang memiliki pengaruh pada inflasi ke depan, yakni mulai bulan Juni hingga Desember 2018. “Kita ngga boleh kendor, masih ada Juni ke Desember.” Ungkap Sandi.

Apalagi bila dibandingkan dengan wilayah satelit seperti Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tangerang maka laju inflasi Jakarta masih berada di nomor dua tertinggi

Laju Inflasi Jakarta hanya lebih baik dari Kota Bekasi sebesar 0.55%. Sementara Kota Tangerang, Bogor dan Depok labih baik. (AJI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.