Idemu di Lecehkan, Berjuanglah dengan Tuhan dan Kemampuan

186

Idemu di Lecehkan, Berjuanglah dengan Tuhan dan Kemampuan

Jika kamu yakin idemu bermanfaat dan niatmu lurus, maka bila idemu dilecehkan, kerahkanlah seluruh kemampuan dan serahkan segala urusan pada Tuhan.

Pandeglang, BantenTribun.id- Dalam dunia kerja yang bernuansa komptetitif di zaman now. Kerja keras, dedikasi dan profesionalisme menjadi kunci keberhasilan seseorang dalam mengarungi derasnya tekanan pekerjaan.

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengaktualisasikan dirinya. Namun tak banyak orang yang mampu menuangkan  ide dan gagasan menjadi aksi nyata. Selalu ada resiko, nyinyiran dan pelecehan.

Kamu yang terbiasa dinamis dan idealis, tentu tak bisa tinggal diam bila banyak hal yang tak cocok terjadi di tempatmu bekerja.

Setiap kantor, apapun bentuknya, nirlaba atau berlaba, swasta atau milik negara mempunyai mekanismenya masing-masing. Bakal ada banyak hal yang membutuhkan perbaikan.

Selalu ada inovasi untuk memudahkan semuanya, baik bagi customer atau rekan kerjamu sendiri. Namun sekali lagi, untuk mewujudkan ide yang kamu anggap berguna itu butuh perjuangan ekstra.

Kamu harus melobi pimpinanmu, menunjukan padanya bila yang ada dipikiranmu itu reasonable dan realistis. Tak cukup sampai disitu, untuk membuatnya percaya, performamu dalam bekerja juga sebaiknya menonjol, dicap sebagai anak muda yang brilian dan produktif.

Tak sedikit pimpinan yang tidak menyukai perubahan, apalagi datang dari anak muda belum berpengalaman. Untuk yang seperti ini kamu harus lebih extra lagi atau kalau masih mental juga, lebih baik cari aja tempat kerja baru yang sesuai.

Fix dengan bos, kamu pun kudu berinteraksi dengan tim, perlu keterampilan bicara yang meyakinkan, disini pun kamu bakal kembali menerima banyak cibiran dan pelecehan, kata-kata bisikan setan seperti “tidak mungkin,“ “susah” “emang kamu bisa” siap-siap diterima telinga kanan dan kirimu.

Oke, kamu lolos dengan dua ujian itu. Masalah lain dan lebih berat bakal kamu hadapi kala idemu mulai diwujudkan dalam kenyataan.

Trial and Error, ngga semulus kala masih di benak, sebuah realitas yang bakal kamu hadapi. Tekanan mulai kencang baik dari bos yang ngga sabaran hingga timmu yang mulai menyerah dan mundur teratur, satu demi satu.

Cibiran, Jadi bahan tertawaan, bahkan pelecehan siap bikin hatimu sakit. Sakit yang bukan hanya disini, tapi disana-sini.

Bersama kesulitan selalu ada kemudahan, yup inilah kuncinya, ide brilian umumnya muncul dikala genting. Orang pantang menyerah sering mengalami hal ini.

Muhamad Al-Fatih dari Kepala Negara Turki Ustmani, kala berusaha menembus tembok Constantin juga ngga semulus yang diharapkan, pasukan terbaik, meriam terbaik strategi termutakhir, nyatanya sulit menembus tembok terkuat kala itu.

Namun motivasi yang kuat, keyakinan akan kabar gembira, serta kepasrahan pada yang maha menguasai, Membuatnya meraih keberhasilan yang gemilang.

Pun bagi kamu, Jika kamu yakin idemu bermanfaat dan niatmu lurus, maka bila idemu dilecehkan, kerahkanlah seluruh kemampuan dan serahkanlah segala urusan pada Tuhan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here