Hujan Belasungkawa untuk Choirul Huda, dari FIFA hingga Paul Pogba

333

Hujan Belasungkawa untuk Choirul Huda, dari FIFA hingga Paul Pogba

Semua tidak menduga bahwa kejadian naas itu merupakan awal dari berakhirnya hidup seorang legenda. Seperti di lansir di berbagai media, sang kapten diduga mengalami hypoxia (baca: kekurangan oxygen pada jaringan tubuh) dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Pandeglang, BantenTribun.id- Meninggalnya Kiper Persela Lamongan, sang kiper setia Choirul Huda, tidak hanya menjadi kabar duka untuk sepakbola Indonesia tapi juga dunia.

Pemain yang pantas menyemat julukan one man club ini berhasil menyita perhatian dunia, ucapan belasungkawa mengalir di lini masa, baik dari rekan setim, pemain seprofesi di Indonesia hingga yang kelas dunia seperti pemain andalan Manchester United Paul Pogba.

Federasi sepakbola dunia – FIFA- menulis dalam akun twitter Resminya “Team-mates and loved ones mourn the passing of Indonesian Goalkeeper Choirul Huda, who died following a mid-game collision, Rest in peace” sebuah ucapan belasungkawa yang pantas diberikan untuk pemain setia yang disandarkan loyalitasnya untuk klub kebanggan lamongan setara dengan Lionel Messi dan Fransesco Totti.

Hujan Belasungkawa untuk Choirul Huda, dari FIFA hingga Paul Pogba

Chorul Huda memang seorang pemain yang setia, lahir di Lamongan 2 Juni 1979, kiper yang sempat membela tim nasional ini telah membela Persela Lamongan sejak tahun 1999. Pemain bertinggi 183 cm itu telah mengemas 11,741 menit bertanding, kebobolan 217 kali dan cleansheet 45 kali.

Sebuah pencapaian kesetiaan yang patut diacungi jempol, dan hal ini juga membuat kagum banyak pemain di Indonesia, hingga dunia.

Tak ketinggalan Media dunia seperti The Sun dari Inggris, Fox Sport Asia, beIN Sport Amerika juga memberitakan mengenai meninggalnya sang legenda. Bahkan berdasarkan data dari google tren, kata kunci choriul huda sudah mencapai 1 juta pencarian hingga senin (16/10/2017).

Penyebab kejadian meninggalnya kapten Persela Lamongan ini memang banyak dilihat oleh masyarakat pecinta bola Indonesia. Pasalnya benturan antara Ramon Rodriguez –Pemain Belakang Persela- dengan Choirul Huda terjadi dalam siarang langsung Gojek Traveloka Liga 1 yang ditayangkan oleh salahsatu televisi nasional.

Pasca benturan tersebut, pemain yang telah mendapatkan 6 kartu kuning dari seluruh pertandingan yang dilakoni itu, terlihat meringis kesakitan.

Semua tidak menduga bahwa kejadian naas itu merupakan awal dari berakhirnya hidup seorang legenda. Seperti di lansir di berbagai media, sang kapten diduga mengalami hypoxia (baca: kekurangan oxygen pada jaringan tubuh) dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Ucapan belasungkawa memang pantas diberikan untuk seorang legenda dari tim berjuluk Laskar Joko Tingkir. Tak hanya Indonesia, dunia pun mengakui loyalitas dan kesetiaannya. Selamat Jalan Cap, Selamat Jalan Legenda. (ajat s)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here