Hasil Survey, Perilaku Bos Bikin Karyawan Resign

hasil survey

Hasil Survey menunjukan, perilaku bos menjadi salahsatu alasan banyak karyawan resign atau mencari tempat kerja baru yang dianggap nyaman.

BantenTribun.id- Hasil survey membuktikan ternyata Gaji dan Tunjangan bukan satu-satunya alasan banyak karyawan yang memilih resign atau pindah kerja.

Dilansir dari forbes.com, sebuah survey yang digelar oleh TINYpulse menyatakan bahwa ada hubungan yang kuat antara perilaku bos (manajer) dengan kepuasan kerja karyawan yang membuat mereka hengkang atau resign dari sebuah perusahaan.

Survey yang melibatkan 400 pekerja ‘fulltime’ di Amerika Serikat itu  menunjukan bahwa 28% karyawan memilih mundur karena tidak memiliki kebebasan membuat keputusan dalam bidang pekerjaannya.

Ketidakpuasan karyawan itu juga terkait dengan bos yang ‘over involved’ (terlalu terlibat) dalam perkara-perkara yang bukan menjadi bidang urusannya. Forbes memberikan istilah menarik untuk temuannya itu dengan kalimat ‘people leaves managers, not companies.’

Selanjutnya, studi lain yang senada dengan Tinypulse adalah sebuah survey yang dilakukan oleh Harvard Bussines review.

Studi Harvard itu fokus pada tiga rumusan masalah. Pertama, apakah seorang bos saat dibutuhkan bisa menyelesaikan pekerjaan anakbuah? Kedua, apakah seorang bos mendapatkan jabatannya karena merintis dari posisi lebih rendah di perusahaan? Ketiga, apakah karyawan memberian nilai baik pada kompetensi bos dalam bekerja?

Hasil dari studi yang melibatkan sekitar 35,000 responden karyawan di Amerika dan Inggris itu menunjukan bila banyak karyawan yang betah dan setia pada perusahaan karena dipimpin oleh seorang bos yang cerdas dan memahami bidang kerjanya.

Kompetensi bos yang baik juga memicu karyawan atau bawahannya bekerja lebih baik dan termotivasi.

Tidak Mudah Menjadi Bos

Kedua survey itu ‘menyadarkan’ kita ternyata tidak mudah menjadi bos dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Ngeri rasanya bila bos yang ada hasil dari ‘kongkalikong’ atau dipilih bukan karena kompetensinya baik secara manajerial atau teknis.

Menjadi bos bukan sekedar memiliki kehebatan dalam intelektual, tapi memahami kedalaman teknis pekerjaan, dan empati terhadap karyawan.

Bos yang baik sejatinya mendorong karyawan mengembangkan passionnya, menjadi solusi dalam permasalahan pekerjaan dan mendorong karyawannya melakukan inovasi-inovasi terbaik untuk kemajuan perusahaan.

Bagi karyawan-karyawan yang kreatif, inovatif dan idealis menjadi hal yang mudah untuk memilih resign karena umumnya untuk tipe-tipe seperti ini juga dicari oleh perusahaan-perusahaan kompetitor. (Aji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.