Gubug Reot Keluarga Acang Kabayan Akhirnya Ditinjau Camat Pandeglang

Keluarga Acang yang tinggal di gubug reot tak layak huni, bersama  8 anaknya(foto-mara-BantenTribun)
Keluarga Acang bersama istri dan 8 anaknya yang tinggal di gubug reot tak layak huni, di Kampung Kadupeusing,Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, (foto-mara-BantenTribun)

Sempat ramai diberitakan media, gubug reot kediaman keluarga Acang di Kampung Kadupeusing, Kelurahan Kabayan,  akhirnya ditinjau Camat Pandeglang. Kondisi keluarga yang sangat  memprihatinkan ini, seperti luput dari perhatian pemda. Acang dengan 8 anaknya, terpaksa tinggal di gubug reot dan sempit, menumpang di lahan orang. Padahal, ia tinggal tidak jauh dari pusat pemerintahan.

Pandeglang ,BantenTribun.id– Pasca ramainya  pemberitan media tentang keluarga Acang yang tinggal di gubug tak layak huni, akhirnya   Camat Pandeglang  dan rombongan, meninjau langsung kediaman keluarga itu, di Kampung Kadu Peusing, RT 01 RW 09, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis ( 22/02/2018).

Acang (50) dan keluarganya,  terpaksa hidup di gubug reot tak layak huni berukuran 5×4 meter. Padahal, kediaman Acang, hanya berjarak sekitar satu kilo dari pusat pemerintahan.  Ia bersama  isterinya Herawati (36)  dan 8 anaknya, sudah hampir 3 tahun tinggal di gubug tersebut .

Acang, yang sehari-hari bekerja serabutan, tak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Bahkan, keluarga ini tidak jarang hanya makan singkong dan pisang sebagai pengganti nasi.

Acang mengatakan  pasrah dengan kondisi kehidupannya. Ia mengaku, bukan tidak ingin memberi makanan enak kepada isteri dan delapan anaknya. Namun karena bekerja tidak tetap, ia hanya mampu memberi makan pisang dan singkong yang diambil dari hutan atau menunggu belas kasihan tetangga.

“Mau gimana lagi, uang yang didapat tidak menentu. Ada kerjaan jika ada yang menyuruh memetik kelapa atau menyuruh pekerjaan lainnya, dan itu tidak rutin setiap hari. Kalau ada kerjaan paling terima upah Rp 15.000an. Delapan anak saya pun terpaksa tidak sekolah karena tidak ada biaya,” ungkapnya.

Camat Pandeglang , Melly Diah Rahmalia,   mengatakan  pihaknya langsung melakukan penanganan jangka pendek kepada keluarga Acang dengan memberi bantuan logistik. Bantuan itu diambil dari dana rereongan ASN di lingkungan Pemkab Pandeglang.

“Penanganan dari dana rereongan pegawai, nanti ada donatur lain yang siap membantu pembangunan rumah dan pekerjaan,” ujar Melly di lokasi, Kamis (22/02/2018).

Menurutnya,  keluarga Acang direncanakan dibangunkan rumah. Selain itu,  Acang juga akan diberikan pekerjaan sebagai marbot mushala di sekitar Kabayan,  serta bantuan  pendidikan untuk anak-anaknya.

“Untuk sementara rumah tidak bisa dibangunkan oleh Pemda , karena lahannya milik orang lain. Tapi nanti ada donatur yang akan membantu,” ungkapnya.

Lurah Kabayan, Imat Rohimat mengaku jika sebelum ramai pemberitaan,  pihaknya sudah berinisiatif untuk memindahkan keluarga Acang. Namun, sebelum upaya itu terlaksana,  kondisi keluarga acang terekspose media yang akhirnya ramai menjadi konsumsi publik.

“Saya sudah perintahkan RT dan RW untuk mencari lahan, tapi bayarnya dicicil. Nanti kita akan relokasi dan sementara sudah ada material sumbangan warga untuk membangun rumah Pak Acang,” terangnya.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Lurah, Bu Camat dan pihak lain yang sudah membantu keluarga kami,” kata Acang dengan suara tertahan. (A.Mara/red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.