Guatemala “Ngekor” AS, Ikut Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

206
Presiden Guatemala Jimmy Morales memutuskan untuk memindahkan kedubes Guatemala ke Yerusalem setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (AFP/Johan Ordonez)
Presiden Guatemala Jimmy Morales memutuskan  memindahkan kedubes Guatemala ke Yerusalem (AFP/Johan Ordonez)

Republik Guatemala, salah satu negara penghasil kopi  terbesar di jagad ini sekaligus termasuk 10 negara termiskin di Amerika Latin tersebut akhirnya “mengekor” keputusan Trump dan segera memindahkan kantor kedubesnya ke Yerusalem.

Pandeglang,BantenTribun.id—Amerika Serikat merupakan pendonor penting bagi Guatemala dan negara tetangganya, Honduras. Dua negara ini merupakan pendukung keputusan sepihak Trump yang menolak resolusi PBB soal Yerusalem. Resolusi itu mendesak Presiden AS Donald Trump agar menarik keputusannya yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Selain dua negara itu, 6 negara lainnya yang juga menolak adalah Israel,  Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Togo.

Dilansir dari laman cnn, Presiden Guatemala Jimmy Morales mengatakan pada Minggu (24/12), bahwa ia telah memberikan instruksi untuk memindahkan kedutaan negaranya di Israel ke Yerusalem. Morales memutuskan untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu, seperti tertulis dalam akun Facebook-nya.

Morales juga mengatakan Guatemala merupakan sekutu Israel sejak lama. Status Yerusalem, menurutnya, merupakan jantung konflik Israel-Palestina.

Morales blak-blakan mengakui Israel sebagai negara sahabat sejati mereka, dan berharap hubungan kerjasama bisa berlanjut. Keputusan Morales atau Guatemala mendukung suara Trump, memang sangat wajar.

Dari laman bbc disebutkan,  dalam perang Timur Tengah 1967, Israel menduduki bagian timur kota yang sebelumnya diduduki oleh Yordania, dan kemudian menganggap seluruh kota itu sebagai ibukota yang tak bisa dibagi.

AS juga kembali mengulang ancaman untuk menarik dana bantuan bagi PBB dan negara-negara pendukung resolusi, sebelum sidang voting Majelis Umum PBB.

Tentu saja, langkah Guatemala ini mengundang pujian dari para petinggi Israel, salah satunya dari anggota parlemen Israel.

“Saya mengucapkan selamat kepada teman saya (Morales), atas keputusan beraninya untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem,” tulis Yuli Edelstein, juru bicara parlemen Israel di akun Twitter-nya.

“Keputusan Anda membuktikan bahwa Anda dan negara Anda merupakan teman sejati Israel,” seperti dikutip laman cnn,

Dunia internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas keseluruhan wilayah Yerusalem, yang merupakan kota suci tiga agama: Islam, Yahudi dan Kristen.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here