GISA Diluncurkan Dukcapil untuk Permudah Masyarakat

GISA diluncurkan untuk kemudahan masyarakat

GISA diluncurkan untuk kemudahan masyarakat (foto-Fz) 

Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) diluncurkan. Gerakan ini kerjasama Kementrian Dalam Negeri, Pemprov Banten dan Kabupaten/Kota Se-Banten.

Serang,BantenTribun.id– – Gubernur Banten Wahidin Halim di dampingi Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri, Zudan Arief Fakhrullohn, meluncurkan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di Provinsi Banten. Gerakan ini atas kerjasama Kementrian Dalam Negeri, Pemprov Banten dan Kabupaten/Kota Se-Banten.

“GISA ini dimaksudkan agar seluruh penduduk Banten memiliki data kependudukan. Kita sedang mendorong agar semua warga negara Indonesia khusunya yang ada dibanten  memiliki dokumen sebagaimana yang dibutuhkan, dari lahir sampai mati harus memiliki dokumen,” kata Zudan Arief di Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang, Selasa, 23/10/2018.

Zudan menyebutkan, peluncuran GISA tersebut juga menandai dimulainya empat program GISA dibanten, yakni sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemutakhiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan dan sadar melayani administrasi kependudukan menuju pelayanan bagi masyarakat. Maka itu, Ia meminta warga banten untuk memanfaatkan program ini untuk melakukan perekaman dan pencatatan KTP elektronik bagi warga yang belum memiliki.

“Kita prioritaskan untuk pembuatan KTP-el untuk pemilih pemula yang akan nyoblos pada tanggal 17 April 2019 di Pileg dan Pilpres. Yang lain-lain adalah akte kelahiran, kartu identitas anak, pindah data dan lain-lain semuanya juga sudah dimulai. Jadi tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak mengurus dokumen kependudukannya, semuanya sudah sangat mudah,” kata Zudan.

Zudan juga mengungkapkan jika kegiatan ini untuk mendukung suksesnya Pemilu 2019 sehingga daftar pemilih tetap (DPT) bisa lebih akurat. Pihaknya memperkirakan  ada sekitar 5 juta pemilih pemula di Indonesia. Sebagian besar dari mereka belum memiliki KTP-el dan saat ini sedang disasar untuk melakukan perekaman.

“Pemilih pemula di Indonesia ada kurang-lebih 5 juta. Kita jemput bola terus, jadi sedang kerjasama dengan dinas pendidikan, ke sekolah-sekolah ataupun dengan kegiatan seperti ini (Peluncuran GIAS). Jadi ini ada sinergi dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Daerah dan Dirjen Dukcapil,” katanya

Gubernur Banten Wahidin Halim mengakui hingga tahun 2018 ini perekaman KTP-el di Provinsi Banten sudah mencapai 99 persen dan menargetkan hingga akhir tahun ini sudah mencapai 100 persen. “Sudah 99 persen. Ini bagus,” kata Gubernur.

Menurutnya, gerakan ini sangat penting dalam mendukung kemajuan pemerintahan dalam upaya pencatatan data kependudukan dan mendukung program-program lainnya.

“Saya minta dukungan semua pihak, termasuk forum pimpinan daerah. Apa yang dilakukan Pemprov Banten ini dalam rangka membina masyarakat, karena bagaimanapun juga dengan catatan-catatan dari KTP itu kita bisa berkoordinasi termasuk untuk program-program pembangunan yang lain,” kata Gubernur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluraga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina menyebutkan berdasarkan data konsolidasi berseih semester I tahun 2018 oleh Kementrian Dalam Negeri, bahwa data penduduk di Provinsi Banten berjumlah 10.599.671 jiwa. Sementara penduduk wajib KTP-el berjumlah 7.848.396 jiwa, penduduk yang sudah melakukan perekaman sampai dengan bulan September 2018 berjumlah 7.818.163 jiwa.

“Kegiatan pelayanan hari ini terintegrasi dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri, DP3AKKB, Dukcapil Kabupaten dan Kota dengan menyediakan alat perekam dan cetak KTP-el, dan mobil pelayanan keliling. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan moment ini,” kata Nina.

Kegiatan GISA di Provinsi Banten dimulai sejak hari Senin 22 Oktober kemarin dan dimanfaatkan oleh ribuan warga banten yang akan mengurus kependudukanya mulai dari perekeman KTP-el, dan pembuatan akte kelahiran. (Fz/kar)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.