Germas dan Pencegah Stunting di Banten Digalakan

Orientasi Optimalisasi Germas dan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan PP Muslimat NU di Kota Serang

Orientasi Optimalisasi Germas dan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan PP Muslimat NU di Kota Serang (foto-Ck) 

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini menjadi landasan utama yang bagus untuk mencegah terjadinya stunting. Muslimat NU pun digandeng untuk menekan generasi “tubuh pendek”.

Serang, BantenTribun.id – Mengurangi angka stunting atau kerdil dan mencegah terjadinya stunting menjadi satu di antara beberapa fokus pemerintah untuk membentuk generasi Indonesia sehat.

Tak ayal, pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menggalakan  pencegahan stunting di beberapa daerah dengan menggandeng beberapa pihak.

“Sebanyak mungkin kami gandeng beberapa pihak, supaya pencegahan stunting ini lebih membumi di Banten,” ungkap Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Banten, Mahmud usai diacara Orientasi Optimalisasi Germas dan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan PP Muslimat NU di Kota Serang, Rabu (24/10/2018).

Dinkes telah menggandeng sejumlah pihak termasuk Muslimat NU untuk pencegahan stunting. Menurutnya, Ormas keagamaan ini di pandang memiliki basis massa yang begitu besar sehingga persoalan stunting bisa tersosialisasikan ke masyarakat.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan dari bayi di dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Sehingga, perkembangan anak pada usianya lambat. Kondisi kekurangan gizi sudah terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir.

Optimis Angka Stunting Bisa Ditekan

Ditanah jawara ini dua daerah yang menjadi fokus pencegahan stunting dan Germas oleh PP Muslimat NU bersama Kemenkes  yakni Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang. Pasalnya kedua daerah itu tercatat paling banyak angka stuntingnya.

Ketua PP Muslimat NU Bidang Kesehatan Erna Yulia Soefihara menerangkan, dalam pencegahan kasus stunting dimasyarakat, pimpinan majlis taklim dalam ceramahnya tidaknya hanya memberikan tausiyah tetapi juga memberikan edukasi tentang stunting.

“Saat ustadzah memberikan tausiahnya ada muatan tentang edukasi stunting, misalnyan stunting itu seperti apa dan lainya. Sehingga penjelasan stunting bisa sampai ke ibu-ibu masjlis taklim atau masyarakat,” ungkap Erna.

Erna mengaku optimis kasus stunting bisa ditekan pasalnya kasus tersebut bisa dicegah.

“Stunting itu bisa dicegah,dengan diberikan pencegahan dengan memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil. Karena kalau kekurangan makan tambahan pada ibu hamil gizinya kurang terutama proteni yang sangat penting untuk perkembangan janin, otomatis perkembanganya terganggu,” ungkapnya.

Adanya sosialisasi kepada pimpinan majelis taklim diharapakan pimpinan majelis taklim dapat menyosialisasikan kepada jemaahnya, terutama menemukan kasus stunting dan pada ibu hamil.

“Kalau ibu-ibu masjlis taklim menemu yang stunting harus diapain termasuk yang hamil juga harus seperti di edukasi seperti apa. Itu lah ikhtiar kita mudah-mudaha angka stunting bisa menurun,” terangnya.

Saat ini Muslimat NU ini baru menggandeng 10 majlis taklim dan 10  pondok pesantren yang diambil dari Pandeglang dan Kota Serang secara acak yang memiliki jemaah cukup banyak. Pimpinan pondok pesantren juga diharapan dapat menjadi pelopor Germas dilingkunganya. Pasalnya  masalah yang terjadi di Ponpes tak lepas dari kesehatan lingkungan.

“Seperti jamban, sanitasi dan lain-lain. Dengan adanya orinetasi ini bisa mengerti jamban yang sehat itu sepeti apa,”katanya.

Pengarah program dari Promkes Kementrian Kesehatan Ismoyowati mengatakan, di tahun 2018 Muslimat NU bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan memfokuskan menyelenggaran orientasi optimalisasi Germas dan pencegahan stunting di Pandeglang dan Kota Serang.

“Tujuanya untuk menurunkan atau mencegah stunting di daerah tersebut, yang masuk 100 daerah binaan stunting,” ungkapnya.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini menjadi landasan utama yang bagus untuk mencegah terjadinya penyakit menular maupun tidak menular. Kata dia, Maka yang memiliki peran untuk menggerakan pola hidup sehat salah satunya pondok pesantren. (Ck/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.