Genggam Laten Kapitalisme

91

banten, kapitalisme

Oleh: Nurhaipin La Manna

Dinamika pembangunan di Provinsi Banten sedang bergeliat, bahkan menjadi bagian pusaran pembangunan nasional. Ini diindikasikan dengan kedatangan presiden RI yang telah mencapai sedikitnya 19 kali mengunjungi Banten sejak Joko Widodo berkuasa.

Pembangunan pabrik semen Merah Putih di Bayah, Lebak, hingar bingar pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung, rencana pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, rencana pembangunan ruas jalan ring road Banten dari Mauk memutar ke Bojonegara, Anyer, Carita, Bayah dan berakhir hingga Jawa Timur sepanjang 1500 kilometer. Juga pengembangan Kota Baru Maja di Lebak yang saat ini sedang berlangsung dengan dukungan program nasional, yang luas lahannya dua kali lipat luas wilayah adat Baduy.

Terbongkarnya beberapa kasus gudang narkoba di wilayah pesisir Tangerang dan 1 ton shabu di Anyer, juga pengembangan pantai yang saat ini bergeliat dengan reklamasi dan penguasaan lahan pantai oleh pemodal, juga merupakan indikator serius problematika dinamika pembangunan Banten.

Sayangnya, dinamika yang sungguh hebat itu terkesan belum sepenuhnya disadari oleh banyak warga Banten, sementara para pemodal telah banyak menguasai lahan dengan membeli dan menguasai lahan warga. Disisi lain kita masih berkutat soal rencana revitalisasi kekumuhan Kota Tua Banten Lama yang terkesan seremonial.

Akankah Banten dikuasai oleh para pemodal dan berkuasanya jaringan kapitalisme yang dapat mengakibatkan memudarnya budaya juang dan merusak tatanan sosial masyarakat Banten?. Ini merupakan persoalan laten yang harus disadari bersama..!!.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here