Festival Exciting Banten on Seba Baduy, Digelar Akhir Pekan Ini

Suasana iSeba Baduy tahun 2017 lalu di Kantor Bupati Lebak. (foto-Nur-BantenTribun)
Warga Baduy, dalam suasana Seba, sesaat sebelum menikmati sajian makan yang disediakan bupati Lebak, Iti Oktavia, 2017 lalu. (foto-Nur-BantenTribun)

Festival Exciting Banten on Seba Baduy akan diangkat potensi pariwisata Banten. Wisata bahari, alam, dan sejarah yang terbalut dalam kekayaan budaya. Festival ini bakal digelar di Serang, 20-22 April 2018.

Pandeglang,BantenTribun.id – Seba Baduy,  ritual tahunan yang dilakukan warga Baduy, suku yang mengasingkan diri di Pegunungan Kendeung, Kabupaten Lebak, memang selalu istimewa.

Seba Baduy kali ini juga dikemas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjadi sebuah gelaran prosesi budaya, dan bakal digelar di Kota Serang, 20-22 April 2018.

Rombongan warga  Baduy yang akan melakukan Seba kepada “Penggede” ke kantor Gubernuran, dijadwalkan akan singgah  ke kantor Bupati Pandeglang pada Sabtu,21 April 2018.

Kabid Aplikasi dan Informasi Publik Diskominfo Banten, Amal Herawan,   menyebutkan Festival Exiting Banten On Seba Baduy akan digelar bersamaan dengan waktu ritual Seba Baduy berlangsung.

“Festival ini akan memperlihatkan potensi alam Banten dan wisata sejarah yang menjadi paket lengkap bagi wisatawan”, tulis Amal, dalam siaran pers Diskominfo Banten, Senin (16/4).

Menurutnya, Potensi pariwisata di Banten sangat besar dan lengkap mulai dari wisata bahari, wisata alam, wisata budaya hingga sejarah. Wisatawan umumnya datang dari Jakarta.

“Mereka datang ke Banten bukan hanya berjarak dekat, tetapi didorong ingin menikmati pesonanya seperti Pantai Anyer, Pantai Carita, Pantai Karang Bolong, Pantai Sawarna dan kawasan Tanjung Lesun,” tulisnya.

Deretan pantai ini selalu menjadi pilihan warga ibukota untuk berwisata. Bahkan Pantai Sawarna merupakan salah satu spot favorit untuk berolahraga surfing karena ombaknya cukup baik.

Selain itu,  Banten juga  mempunyai beberapa pulau yang sangat cantik.  Ada Pulau Tunda dengan panoramanya yang rupawan, Pulau Sangiang yang begitu eksotis, atau Pulau Dua yang menjadi persinggahan burung-burung langka dari berbagai belahan dunia.

Belum lagi, gunung api fenomenal yakni Gunung Anak Krakatau yang juga menjadi daya tarik tersendiri. Gunung yang juga menjadi bagian dari Provinsi Lampung itu pernah menghebohkan dunia dengan letusannya. Letusan yang dirasakan diberbagai benua dan ikut mempengaruhi iklim dunia.

Warga Baduy, menempuh perjalanan ratusan kilo untuk melaksanakan Seba, dengan berjalan kaki menuju kantor Gubernur Banten (foto-Nur-BantenTribun)
Warga Baduy, menempuh perjalanan ratusan kilo untuk melaksanakan Seba, dengan berjalan kaki menuju kantor Gubernur Banten (foto-Nur-BantenTribun)

Selain itu, Provinsi Banten juga memilik Taman Nasional Ujung Kulon di Kabupaten Pandeglang. Taman Nasional ini menjadi rumah terakhir bagi badak bercula satu yang sangat langka. Provinsi Banten juga memiliki banyak peninggalan cagar budaya masa lalu yang terhampar dari Tangerang Selatan hingga Banten Lama.

Peninggalan cagar budaya tersebut berupa situs sejarah yang telah menjadi bagian perkembangan budaya Banten sejak dahulu kala. Karena Banten merupakan salah satu kota pelabuhan tertua di Pulau Jawa.

Hal ini berlangsung sejak jaman kerajaan Banten. Ada Benteng Speelwijk, Keraton Kaibon, Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, Keraton Surosawan serat Museum Situs Purbakala Kerajaan Banten.(red/kar)

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.