Enam Mahasiswa Untirta yang Hilang di Gunung Pulosari Ditemukan Dalam Kondisi Lemas

Enam mahasiswa Untirta yang melakukan pendakian di Gunung Pulosari Pandeglang ditemukan dalam kondisi lemas.

Enam mahasiswa Untirta yang sebelumnya hilang kontak dalam pendakian di Gunung Pulosari Pandeglang ditemukan dalam kondisi lemas. 

Enam mahasiswa Untirta Banten yang sebelumnya dikabarkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Pulosari, Pandeglang, akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas.

Pandeglang, BantenTribun.id – Ke-enam pendaki yang hilang tersebut merupakan mahasiswa  Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang ditemukan di Desa Panembong, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang.

“Alhamdulillah sudah ditemukan, lengkap, dan semuanya selamat. Mereka ditemukan di Wilayah Hukum Polsek Saketi. tepatnya di Kampung Palembang, Desa Palembang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang,” terang Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono melalui siaran pers, Senin (12/11).

Ditemukannya keenam pendaki tersebut juga dibenarkan oleh Heru, Sekretaris Desa (Sekdes) Panembong.  Para korban pertama kali ditemukan oleh Ibu Enuk.

Iya sudah ketemu dan kondisinya masih lemas. Saat ini sedang di evakuasi oleh petugas dan akan dibawa menemui keluarganya masing-masing yang sudah menunggu sejak kemarin malam,” jelas Heru.

Informasi yang berhasil dihimpun, pagi tadi sekira pukul 09:00 WIB, para pendaki yang telah ditemukan tengah dievakuasi dan akan dibawa pulang untuk bertemu dengan keluarga yang sudah menunggu sejak Minggu (10/11) malam.

“Pertama kali ditemukan oleh Ibu Enuk, kemudian  Bu Enuk menelpon anaknya yang bernama Papam yang berada di rumah, untuk mencari pertolongan darurat. Alhamdullah, Papam, ketemu dengan Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) Pandeglang di Kampung Palembang Girang,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, Asep Rahmat.

Untuk selanjutnya, dikatakan Asep, Tim Tagana langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara, dan menemukan korban dalam kondisi lemas, langsung dibawa ke kampung terdekat untuk diberikan pertolongan pertama.

“Selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Saketi, Kabupaten Pandeglang,” tambahnya.

Rombongan Pendaki Terpisah

Semula, mahasiswa pendaki dari Fakultas Pertanian dan FISIP Untirta berjumlah 13 orang. Mereka naik sekitar pukul 20.00 WIB melalui jalur Tamansari, Cihunjuran, Mandalawangi pada Jum’at 09 November 2018 lalu.

Namun pada Minggu, (11/11/2018) dini hari, 6 orang (termasuk ketua rombongan) dari 13 mahasiswa yang melakukan pendakian dilaporkan hilang oleh 7 temannya yang lain.

Berdasarkan penuturan salah satu mahasiswa yang berhasil turun, pada Jum’at, (9 11), malam, mereka tiba di Tamansari dan langsung melanjutkan perjalanan untuk melakukan pendakian dan berhasil tiba dikawah yang dilanjutkan dengan kegiatan bermalam menggunakan tenda.

Kesesokan harinya, pada Sabtu, (10/11), ke 13 mahasiswa tersebut naik ke puncak. Sekitar pukul 11.00 WIB, dari 13 mahasiswa yang naik ke puncak, 6 orang termasuk ketua rombongan memilih untuk lebih lama menikmati pemandangan, sementara 7 orang lainnya memilih turun untuk membereskan tenda dan barang bawaan lainnya.

Namun hingga sore hari menjelang, 6 orang rekannya yang berada di puncak tidak kunjung kembali.  Hawatir dengan rekannya yang tak kunjung tiba, sekitar pukul 16.00 WIB, sebagian memutuskan untuk menyusul dan mencari mereka agar bisa pulang bersama. (Fz/kar).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.