Eloknya Curug Sawer di Cigeulis Pandeglang

Sawer Cigeulis Pandeglang
Sawer Cigeulis Pandeglang

Di sini, di Curug Sawer Cigeulis Pandeglang, kita bisa merasakan cubitan dari butiran air yang jatuh dari ketinggian bertingkat. Keelokan Curug Lalaki dan Curug Bikang Cigelis ini siap memanjakan kita dari segala kesumpekan dan kebosanan.

Pandeglang,BantenTribun.id-Bagi traveler pecinta wisata alam, cobalah rasakan keelokan atau keindahan air terjun Curug Sawer. Curug ini terletak di ujung Kota Pandeglang, tepatnya  berada di wilayah Kecamatan Cigeulis.

Jika Anda  berniat menuju Pulau Umang atau Pantai Ciputih,  pasti akan melintas wilayah  Cigeulis. Wilayah ini memag jalur lintas menuju objek wisata tersebut, meski Cigeulis tidak se-populer di telinga wisatawan .

Nah, tidak ada ruginya jika  kita menyempatkan waktu dan mampir menikmati indahnya Curug Sawer. Sebab, Curug tersebut  ternyata menyimpan eksotisme alam khas pegunungan yang bisa melupakan segala kesumpekan atau rasa  boring yang menyandera.

Wisata alam Curug Sawer yang terletak kurang dari 1 km dari pusat Kecamatan Cigeulis, dapat  dapat ditempuh dengan berjalan kaki  kurang lebih 10 menit.  Jika ingin cepat sampai, dapat pula dengan menumpang sepeda motor jasa ojek.

Dikutip dari laman disparbanten, disebutkan dalam bahasa Indonesia curug berarti air terjun. Namun, tidak seperti kebanyakan air terjun, Curug Sawer Cigeulis ini  memiliki dua tingkatan air terjun. Yang satu bernama Curug Lalakina (lelaki) yang berada di bagian atas dengan ketinggian yang mencapai 25 meter.

Sedangkan yang kedua bernama Curug Bikang (perempuan) dengan ketinggian 7 meter. Selain kedua air terjun tersebut ternyata di bawah Curug Bikang terdapat goa bawah air yang panjangnya bisa mencapai 8 km dan berujung di daerah muara Babakan Nangka.

Hal inilah yang menambah keindahan dari curug yang terletak di Cigeulis Pandeglang ini.

Curug Sawer juga memiliki mitos tradisional, terutama di Curug Bikang. Konon di curug ini bersemayam buaya putih yang menjaga keperawanan Curug Bikang dari pengaruh ulah bernoda manusia.

Buaya Putih ini kerap menampakkan diri sebagai kakek lanjut usia  saat bulan purnama tiba. Lokasi ini juga tidak jarang dijadikan sebagai  tempat bersemedi terutama di sekitar batu datar yang tertutup semak belukar di Curug Lalaki.(red/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.