Diperkosa 8 Pria, Kambing Milik Aslu Akhirnya Tewas

Kambing @tehnologi solusi
Kambing, foto ilustrasi @tehnologi solusi

Delapan pria bejad itu kini dalam pengejaran pihak kepolisian, setelah menggilir dan menewaskan kambing milik Aslu yang tengah bunting. Mereka disangka telah melakukan pemerkosaan dan kekerasan terhadap kambing malang tersebut secara brutal.

BantenTribun.idKasus perkosaan biadab dan tak memandang korban, pantas membuat kita semua mengurut dada dan geleng-geleng kepala.

Delapan pria disangka telah melakukan pemerkosaan dan kekerasan secara brutal terhadap seekor kambing malang yang tengah bunting milik Aslu.

Pemilik binatang peliharaan itu tidak terima dan melapor ke polisi pada 26 Juli setelah mengetahui ternaknya tewas karena tindak kekerasan.

Menurut polisi, kedelapan pelaku sedang dalam pengejaran. Tiga diantaranya sudah diketahui identitasnya, sementara lima lainnya masih belum diketahui. Polisi juga meneliti lebih lanjut dan melakukan autopsi terhadap kambingyang menjadi korban.

Kejadian berawal Pada 25 Juli lalu, saat Aslu mencari kambingnya yang hilang di desa dekat rumahnya. Saat dalam pencarian, ia menemukan kambingnya tersebut tengah diperkosa oleh delapan pria muda.

Aslu menuturkan, saat itu kambingnya sudah dalam keadaan tak berdaya.

Ketika Aslu menegur mereka, para pria itu malah mengancam akan melakukan hal yang sama kepada seluruh ternaknya.

Aslu meyakini bahwa gerombolan anak muda tersebut sedang berada di bawah pengaruh alkohol.

Para pemuda itu bahkan mengklaim bahwa polisi tidak dapat melakukan apapun saat Aslu mengancam akan melaporkan tindakan mereka.

Pihak kepolisian telah mengategorikan kasus ini dalam kasus pelanggaran tak wajar dan kejahatan melukai atau membunuh ternak.

Peristiwa mengerikan ini terjadi bukan di Indonesia, tetapi di Haryana Nuh, Mewat, India, seperti dilansir laman india times.

Para aktivis anti kekerasan hewan juga turut bertindak dan menyayangkan kasus ini.

Mereka membantu polisi melakukan penggerebekan di tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat pelaku bersembunyi.

Inspektur Vipin Kumar mengatakan autopsi dilakukan di rumah sakit hewan pemerintah setempat. Sampel cairan dari binatang telah dikirim ke laboratorium forensik negara bagian di Madhuban. (red)

Sumber : Tribun jateng

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.