Dilema-Realita Dunia Kerja: Gila Kerja Gaji Tak Seberapa

212
Dilema-Realita Dunia Kerja: Gila Kerja Gaji Tak Seberapa
picture: adshuda

 

Pandeglang, BantenTribun.id- Yuk, to be honest. Pasca lulus kuliah, apa yang kamu bayangin? masuk dunia kerja, gaji oke, bisa ngasih ortu, saving, having fung dan berbagai mimpi indah lainnya.

Nyatanya, kerjaan yang kamu dapetin cuma bikin kamu lupa pulang, dengan alesan dedikasi, tanggungjawab bahkan takut dimarahin bos.

Beberapa diantara kamu juga – kalo mau jujur – tentu ngebayangin kerja di perusahaan bonafied, dapet mobil kantor keren, dan aneka fasiltas yang bisa diklaim kapan saja.

Faktanya, kamu cuman dapat uang transport, dan uang makan. Tapi itu juga udah alhamdulillah ko, lha wong yang lain bayarannnya juga dibawah UMR.

Yang lebih parah, banyak CV yang kamu kirim ke berbagai perusahaan, yang kamu dapet cuma tawaran magang.

Belum lagi buat yang rindu zona nyaman , yang berlomba dengan ribuan pelamar, mendaftar jadi Calon Aparatur Sipil Negara. Tapi sayang berkali-kali ikut ujian, hingga usiamu lewat syarat undang-undang belum juga punya SK dan Nomor Induk Pegawai.

Pulang Teng-GO cuman mimpi.

Buat yang udah kerja, di usiamu yang masih muda alias Fresh Graduate, jangan heran bila kamu disuruh, dimintai tolong sana sini, meski itu bukan kerjaan kamu. Tapi giliran dapat rezeki, kamu pegawai baru-bawahan lagi, harus ikhlas nerima persentase yang tak seberapa.

Efek numpuknya kerjaan – konsekuensi kamu yang masih muda – jangan harap bisa pulang teng and go. Repeat lembur, bakal jadi santapan harianmu, apalagi bila sudah kena doktrin kamuflase dari atasan ataupun senior kamu.

Gaji Tak Seberapa

Kamu kerja, kamu dapet gaji. Mimpinya bisa cepet nikah, bisa cepet punya rumah atau mobil mewah, weekend bisa hunting kuliner dan spot wisata full adrenalin. Haha, nyatanya kamu harus banyak sabar, kencangkan sabuk demi sedikit saving.

Satu hal yang memang harus kamu pahami, bila rizki tak melulu dari hasil kerja keras. Sebab ia adalah hak preogratif yang kuasa.

Akhirnya, kamu Cuma bisa bilang, “inilah pendewasaan” proses hidup yang kelak bisa dilewati. Semoga (red)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here