Didi Supardi Pensiun Dari Dunia Keras, Membangun Koperasi Di Wilayah Cadas

500

Pandeglang, BantenTribun.id –Mantan penguasa Terminal  Pakupatan Serang ini, terlahir di Kampung Pabuaran Ciomas Kabupaten Serang tahun 1962.  Sebuah kawasan yang identik  dengan golok dan jawara-nya. Didi Supardi memang tidak menampik  stigma itu.

Ia juga pernah merasakan kerasnya kehidupan jalanan di era tahun 2000-an. Namun  siapa sangka,  kini sosok yang dituakan dengan panggilan “Abah” ini, mampu menjadikan usaha bidang perikanan dan pakan mandirinya menjadi kiblat  para  anggotanya yang tergabung dibawah bendera Koperasi Alam Bahari. Bahkan, ia masih  dirayu agar bersedia menjadi Sekjen Asosiasi Pakan Mandiri Nasional.

Menurutnya, kehidupan keras  itu pasti ada batasnya. Usia yang tidak muda lagi, serta keinginan kuat untuk berkarya dan berguna bagi masyarakat sekitarnya, mendorong Abah untuk selalu  “Mencari” dengan pengembaraan mata bathiniyahnya.

Lewat pengembaraan itulah, ia memilih daerah  Panimbang, sebagai tempat berlabuh untuk masa tua dan pengabdiannya. Sebuah daerah pesisir dengan kultur heterogen dan masih memiliki tabiat keras, seperti umumnya masyarakat pantai.

Dari daerah ini Ia bertekad dan menancapkan niat untuk tujuan membangun. Dari Zona tengah ini pula, Abah berusaha menyatu dengan alam, mengelola dengan baik,  memanfaatkan untuk kesejahteraan warga sekitar, dan akan kembali ke alam, suatu saat nanti.

Tahun 2004, Abah Didi memulai usaha budi daya perikanannya dengan nama Nila Alam. Kegigihan dan niat tulusnya, terus berkembang hingga sekarang. Tak lupa, Ia membentuk wadah Koperasi bagi kelompoknya untuk tujuan lebih besar.

Bendera  Koperasi Alam Bahari, mulai dikibarkan. Koperasinya percaya benar dengan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah.  Ini adalah potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, juga bisa menambah pundi-pundi pendapatan daerah demi kemajuan Pandeglang. Dari semangat dan tangan dinginnya, Koperasi Alam Bahari, dipercaya hampir separuh wilayah Pandeglang, karena anggotanya menacapai ribuan dan tersebar di 16 kecamatan. Asetnya ditaksir  sudah mencapai 37 miliar.

Nama  Alam Bahari Terus  Berkibar Di Zona Tengah

Semua Kelompok usaha yang berafiliasi dengan koperasi ini menggunakan nama “Alam”. Bukan tanpa alasan, selain hasil permohonan kepada Yang Maha Kuasa, Didi Supardi, ketua Koperasi Alam Bahari ini, mengingatkan bahwa kita harus bisa menyatu dengan alam. Bukan  sebaliknya, merusak alam. Alam yang diciptakan, merupakan titipan yang harus dijaga, dipelihara, dan dimafaatkan untuk tujuan baik manusia.

Semangat, kebersamaan atau gotong-royong, menjadi kunci mencapai kesejahteraan masyarakat secara bersama.  Prinsipnya teguh yang dipegangnya, ia tidak mudah percaya kepada laporan , dan harus turun untuk memastikannya.

Dari daerah pesisir di zona tengah, atau zona keras Pandeglang inilah, Alam Bahari terus menancapkan cakar dan berkibar. Menjadi sandaran kelompok  berbagai peternak. Menjadi motor pembuat pakan mandiri. Bahkan, mesin produksinya pun, mampu mereka buat sendiri.

Kapasitas produksi pakan ikan-nya memang baru sekitar 3 ton perhari. Alam Bahari sudah menargetkan bisa berproduksi 10 ton. Nutrisi produk pakannya, tidak kalah  dengan produsen besar. Soal harga? Harganya relatif lebih miring dari pabrikan  besar. Tak ayal, produsen kakap mencoba menjegal dengan berbagi cara. Syaratnya,  pokdakan ini mau mengikuti aturan main yang dikendalikan pabrik besar. Alam Bahari, tegas menolak.(kar)

 

  BIODATA      

Nama Lengkap

Lahir

Sekolah

Nama Istri

Anak

: Didi Supardi

: Serang, 21 Juli 1962

: SMA Negeri 1 Serang

: Een Ratnaningsih

: 4 Orang ( 2 Laki-laki-2 Perempuan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here