Diabetes atau Insomnia, Coba dengan Petai Cina

186
Petai cina, jenis perdu yang bau dimulut tapi punya segudang manfaat(foto-BantenTribun)
Petai cina, jenis perdu yang bau dimulut tapi punya segudang manfaat(foto-BantenTribun)

Petai cina, tumbuhan jenis perdu ini memiliki segudang manfaat. Meskipun jenis petai  ini juga  meninggalkan bau di mulut jika dikonsumsi, namun kegunaannya untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes dan insomnia, maka bau dimulut menjadi tidak seberapa.

Pandeglang,BantenTribun.id– Diabetes melitus, yang berasal dari bahasa Yunani dan berarti tembus atau pancuran air,  dan mellitus(latin),berarti rasa manis. Di Indonesia Penyakit ini  juga dikenal dengan istilah “penyakit kencing manis” adalah yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin.

Sedangkan insomnia atau sulit tidur, adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur atau mempertahankan tidur. Jumlah waktu yang dibutuhkan setiap orang untuk memang berbeda-beda. Namun kebutuhan tidur rata-rata untuk orang dewasa adalah 7- 8 jam sehari.

Insomnia tidak hanya akan menurunkan energi Anda di pagi hari dan mengganggu mood, tapi juga dapat mempengaruhi kesehatan dan menurunkan kualitas hidup. Kualitas tidur yang buruk akibat insomnia dapat mempengaruhi fisik maupun mental seseorang.

Dari laman klik dokter, diuraikan  beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat insomnia, diantaranya : Prestasi kerja atau sekolah akan menurun, meningkatkan risiko kecelakaan jika mengendarai kendaraan bermotor, gangguan psikiatri, seperti gangguan cemas dan depresi, kelebihan berat badan atau obesitas, mudah tersinggung dan emosi, meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan diabtes melitus.

Diabetes melitus, yang berasal dari bahasa Yunani dan berarti  tembus atau pancuran air,  dan mellitus(latin),berarti rasa manis. Di Indonesia Penyakit ini   juga dikenal dengan istilah “penyakit kencing manis” adalah yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin.

Nah, mengatasi kedua penyakit tersebut, diabetes ataupun insomnia, kita bisa mencobanya dengan memanfaat  petai cina sebagai pengobatan yang berbiaya murah dan sederhana.

Dalam petai cina, terdapat saponin yang dapat mencegah diabetes khususnya diabetes tipe 2. Saponin ini sangat berkhasiat untuk menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki sel beta pancreas untuk menghasilkan insulin kembali.

Saponin ini juga terdapat dalam Labu Parang, seperti yang ditemukan oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Rijki, menemukan kandungan dalam labu parang.

Petai Cina memang masih dianggap sebagai tumbuhan liar atau belum dibudidayakan secara serius. Di daerah Jawa, petai cina sering disebut dengan lamtoro, medki sebenarnya sedikit berbeda.

Didaerah Pantura sekitar Kabupaten Indramayu sampai Cirebon, petai cina dikenal juga  dengan nama “Pendara”. Tanaman  yang memiliki nama latin Leucaena leucocephala , ini sering dijadikan pelengkap rumbah asem. Kuliner lokal yang cukup terkenal. Kuliner yang memadukan dari berbagai sayuran seperti daun semanggi, tauge, kangkung, kacang panjang, kulit tangkil dan sayuran lainnya sesuai selera, dengan guyuran sambal pedas.

Tanaman satu ini masuk katagori tanaman perdu yang dapat tumbuh baik di daerah tropis.

Meramu petai cina untuk tujuan obat kedua penyakit tadi, diabetes dan insomnia, biasanya  biji petai cina  dikeringkan lebih dulu lalu di tumbuk halus. Hasil tumbukan inilah yang dijadikan pencampur minuman.(red/kar)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here