Deny Goku, Kartunis Pandeglang Terus Mengejar Mimpi Menjadi Komikus

Deni kartunis Pandeglang, yang terus mengejar mimpi menjadi komikus (foto-nur-BantenTribun)

Deni kartunis Pandeglang, dengan konsep kartunnya. Ia terus mengejar mimpi menjadi komikus (foto-nur-BantenTribun). 

Bakatnya melukis kartun sudah terlihat sejak duduk dibangku SMAN 2 Pandeglang. Ia berusha terus untuk mengejar mimpinya besarnya menjadi komikus, meski minim wadah untuk mengembangkan kretivitasnya.

Pandeglang,BantenTribun.id-Deni Permadi (25), pemuda Kelahiran Pandeglang, hingga saat masih ini terus serius menekuni bakatnya tersebut.

Pemuda yang dikenal dalam akun FB nya dengan “Deny Goku” ini aktif dalam berbagai kesempatan terkait dengan karya kartun. Salah satu aktifitas yang pernah diikuti adalah turut serta dalam ajang pameran lukisan dan fotografi di Pendopo Bupati Lebak tiga tahun lalu. Karyanya saat itu mengambil tema tentang kehidupan masyarakat Baduy.

Waktu itu pernah ikut gabung para perupa Banten dalam ajang pameran karya seni di Pendopo Bupati Lebak. Alhamdulillah respon pengunjung sangat baik,” ungkap Deni.

Bahkan beberapa perupa senior berkeinginan memfasilitasi untuk ikut pameran berikutnya,” sambungnya.

Ditemui Banten Tribun saat mengikuti pelatihan animasi dan film di Hotel Mahadria Serang, Banten, Minggu(12/8), Deni juga mengungkapkan keinginannya untuk terus mengejar cita-cita menjadi komikus.

Saya mau jadi komikus yang bisa bercerita banyak hal lewat lukisan komik,” kata Deni. Untuk hal itu Deni mengikuti kegiatan pelatihan animasi yang diselenggarakan Dewan Kesenian Banten untuk menambah pengetahuannya tentang animasi dan film.

Saat ini ia bekerja di salah satu toko di Pandeglang. Namun, ditengah waktu senggangnya, Deni terus berkarya sambil mencoba mengirim karya kebeberapa penerbit ternama.

Bakat-bakat seperti yang dimiliki Deni ternyata banyak pula diminati oleh remaja dan pemuda di Banten, ini terbukti dari banyaknya pendaftar dari berbagai daerah di Banten. Namun keterbatasan tempat dan sarana, panitia hanya membatasi sepuluh orang setiap pelatihan. Untuk itu Ketua Dewan Kesenian Banten, Chavchay Saifullah berharap perlunya perhatian dari berbagai pihak terkait hal ini.

Ini dunia kreatif, salah satu cara untuk menampung kreatifitas generasi muda yang dapat mengurangi angka pengangguran” ungkapnya.

Pihak pemerintah maupun swasta di Banten bisa menggunakan keahlian mereka untuk membuat selebaran atau apapun yang bersifat info publik dalam bentuk kartun atau komik” sambung ketua DKB.

Hal tersebut diamini oleh Deni, “Kami bisa mengangkat kearifan lokal atau publikasi pemerintah dalam bentuk komik atau kartun, tapi selama ini kurang wadah dan perhatian dari banyak pihak, terurama pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan para pegiat kreatif seperti kami” ungkap Deni.(Nur/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.