Dengan “Bestekin” Petani Garam Indramayu Bisa Hasilkan Garam Industri Hanya Dalam Sehari

Produksi garam dengan sistem bestekin.@kumparan
Produksi garam dengan sistem bestekin.@kumparan

Petani garam di Eretan Kabupaten Indramayu, mampu menghasilkan garam Industri berkualitas tinggi, dengan proses produksi hanya dalam sehari saja. Dengan “metode bestekin”, garam berkualitas tinggi dengan kandungan Na Cl dan berwarna putih bersih ini mampu  memenuhi spesifikasi garam yang dibutuhkan untuk industri.

BantenTribun.id- Tekad petani Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, JawaBarat, untuk menggenjot produksi garam dan mengurangi ketergantungan  Indonesia mengimpor garam industri, patut diacungi jempol.

Petani garam di daerah ini saling membahu menyekat lahan produksi garam dengan plastik hitam, lalu mengalirinya dengan air laut menggunakan pipa, di luas lahan 1.280 meter persegi.

Dilansir dari laman kumparan, Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Jakfar Sodikin mengungkapkan cara yang dilakukan petani garam Eretan ini dinamakan metode bestekin. Jakfar pun memamerkan hasil produksi garam yang telah ia hasilkan bersama para petambak garam lainnya.

“Ini kita sudah proses dari jam 09:00 Wib, tapi jam 12.00 tadi sudah mulai kristalisasi (proses menjadi kristal),” ungkap Jakfar kepada laman itu di lokasi, Kamis (29/3).

Jakfar menjelaskan, proses kristalisasi ini adalah suatu proses untuk mendapatkan fisikal garam. Ia mengungkapkan metode bestekin mampu memproduksi garam dengan cara cepat tanpa proses yang panjang.

“Panen perdana  menggunakan metode ini, menghasilkan garam berkualitas tinggi. Apalagi prosesnya juga cuma butuh 1 hari saja beda dengan proses pembuatan garam tradisional yang membutuhkan waktu sekitar 21 hari sampai 30 hari,” papar Jakfar.

Ia menuturkan , dengan menggunakan cara ini kualitas garam yang dihasilkan sangat tinggi. Bahkan menurut dia mampu memenuhi spesifikasi garam untuk industri karena kandungan NaCl yang dihasilkan cukup tinggi dan warnanya putih bersih.

Dengan metode ini,  membuktikan bahwa petani  garam di Indonesia mampu menghasilkan garam industri apabila diberdayakan. Selama ini pemerintah dengan mudah membuka keran impor garam industri dengan jumlah jutaan ton.

Awal tahun 2018 ini, pemerintah telah membuka izin impor 2,37 juta ton bagi 21 perusahaan di Januari 2018 dan 676 ribu ton bagi 27 perusahaan di Maret 2018. Sedangkan jatah impor garam industri yang disepakati tahun ini mencapai 3,7 juta ton.

“Jadi dengan menggunakan metode bestekin ini, kita bisa menghasilkan garam dengan kadar NaCl 99,88%. Kadar ini kan  yang dibutuhkan untuk memenuhi spesifikasi kadar garam industri,” jelasnya.

Metode Sederhana Bestekin

Proses produksi garam dengan teknik bestekin, menggunakan sistem evaporasi vakum sehingga bisa mempercepat laju penguapan air laut menjadi garam. Air yang sudah ditreatment dimasukkan ke dalam vakum dan akan dipanaskan dengan menggunakan cahaya matahari melalui teknologi solar lighter.

“Nanti untuk pengaplikasinnya akan menggunakan vakum dengan skala besar dengan diameter 2 meter sehingga bisa menghasilkan garam lebih cepat,”kata Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Moh Abduh Nurhidajat.

Untuk tahap awal, masih  kata Abduh, air laut yang sudah disaring perlu melewati tiga tahapan treatment sebelum akhirnya dipanaskan dengan menggunakan vakum. Pertama, air yang berasal dari laut perlu dipisahkan dari kandungan magnesium. Setelah itu barulah air tersebut dipisahkan kembali dari kandungan gypsum dan diikuti pemisahan kandungan hidrogen klorida.

Produksi garam dengan bestekin
Produksi garam dengan bestekin

Untuk proses treatment atau pemisahan senyawa kimia tak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 3-4 jam. Semakin murni kadar air laut maka semakin cepat prosesnya.

“Jadi kita masukan air itu jam 17.00 WIB, kita kasih kapur untuk mengendapkan beberapa zat besinya atau logam beratnya, kurang lebih pengendapan alami itu 4 jam. Nanti setiap tahap kadar airnya harus memiliki tingkat pH (derajat kesamaan) 8,” jelasnya.

Dari beberapa metode proses produksi garam, teknik bestekin inilah yang paling cepat. Sebab proses pemisahan senyawa-senyawa kimia di tahap awal tadi menyebabkan naiknya laju penguapan air laut menjadi garam. Selain itu keunggulan lainnya dari teknik ini adalah garam mengandung NaCl tinggi dan tidak terkena kotoran lainnya.

“Jika  dengan metode prisma, senyawa kimia lainnya tidak hilang dan proses prisma hampir sama dengan tradisional keuntungannya dia punya cadangan air laut karena tidak kehujanan tapi untuk prosesnya sama saja sekitar 21 hari. Jadi proses yang bagus itu harus diawali dengan menghilangkan impuritas menghilangkan senyawa mineral lain selain NaCl,” jelasnya (red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here