Demo Penolakan Swalayan Saruni Diundur

Gedung Swalayan Saruni Pandeglang
Pembangunan Gedung Swalayan di Saruni Pandeglang yang bakal di demo penolakan(foto-BantenTribun)

Bangunan dua lantai  seluas 1200 meterpersegi itu ditarget rampung ahir februari tahun depan. Swalayan ini diisukan untuk Giant. Keberadaannya dianggap berpotensi mematikan pedagang kelas teri di sekitarnya. LSDA berencana menggelar demo penolakan. Dibutuhkan komunikasi dari management swalayan ini.

Pandeglang, BantenTribun.id– Demo penolakan terhadap berdirinya  Swalayan  di Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang direncanakan digelar hari ini, jumat(17/11) batal dan dinyatakan diundur pada rabu pekan depan.

Unjuk rasa penolakan pasar swalayan di Saruni itu, yang diisukan akan berdiri Swalayan Giant, dimotori oleh  Lingkar Study dan Advokasi (LSDA) Pandeglang.

Semula direncanakan LSDA melakukan aksi unjuk rasa penolakan terhadap berdirinya swalayan berlantai dua, yang masih berlangsung pembangunannya itu, di Kantor Kecamatan Majasari dan Kantor Pelayanan Perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Jumat pagi ini.

Mereka beranggapan proses perijinan terutama ijin gangguan atau HO (Hinder Ordonantie-red) pembangunan swalayan tersebut tidak melibatkan masyarakat sekitarnya.

Lingkar Study juga menolak berdirinya pembangunan swalayan tersebut karena dinilai akan mematikan pedagang lokal skala kecil.

“Kami mendapat laporan bangunan dua lantai itu akan dijadikan Swalayan Giant. Beberapa warga juga mengaku tidak dilibatkan dalam pembuatan ijin gangguan tadi,” kata Eka Ferdinan, dari LSDA yang akan menjadi Korlap aksi nanti, kepada BantenTribun, di Cikupa.

Menurut Eka, Pendirian pasar swalayan tersebut juga berpotensi akan mematikan pedagang lokal skala kecil.

Roni, Plt Kabid Pelayanan Perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, memastikan pembangunan swalayan tersebut bukan untuk Giant, seperti issue yang banyak tersebar di masyarakat. Roni juga mengatakan semua perijinan yang dibutuhkan sudah terpenuhi oleh pemohon sebelum pembangunan itu dimulai.

“Tidak benar kalau itu untuk Giant Swalayan. Pemohon atas nama CV. Saruni Jaya Sejahtera, dan swalayan itu rencananya bernama Swalayan Saruni,” jelas Roni, kepada BantenTribun, Kamis(16/11),di Kantornya.

Keterangan Roni, juga dibenarkan Erik, staff  DPMPTSP. Menurut Erik, Jika nanti terbukti digunakan dengan nama Giant Swalayan, ijin yang sudah diberikan dapat ditarik kembali.

Dion (34) pengawas proyek, membantah jika bangunan  dua lantai seluas 1200 meterpersegi tersebut diperuntukkan Swalayan Giant.

“Saya hanya pengawas proyek yang dipercaya pemilik ini. Menurut pemilik semua proses perijinan yang dibutuhkan sudah dipenuhi. Swalayan ini rencananya bernama Swalayan Saruni pak. Lantai atas direncanakan untuk gerai busana muslim,” kata Dion kepada BantenTribun, di lokasi proyek, Kamis(16/11).

Pernyataan Dion, diamini Wahid, mandor proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan fisik swalayan dengan konstruksi 2 lantai, ukuran 30 x 40 meter itu, berdiri diatas lahan seluas 2400 meterpersegi.

“Targetnya ahir Februari 2018 bisa rampung. Pembukaan direncanakan pada bulan puasa tahun ini,” terang Wahid.

Dedi (49) salah seorang warga sekitar, mengaku memperoleh informasi pembangunan proyek tersebut bakal digunakan untuk Giant Swalayan. Meskipun begitu, menurutnya Ia  tidak mempermasalahkannya.

“Katanya sih untuk Giant, bangunannya 3 lantai,” kata Dedi, warga yang rumahnya berada tepat di depan proyek bangunan.*(kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.