Demi Pendidikan, Ibu Ai Setia Mengulek Selama 9 Tahun

481
Ibu Ai Narwati dan Suaminya, sedang mengulek membuat Gado-gado diwarungnya- foto kr-BantenTribun

Sosok Ai Narwati, adalah  inspirasi  perjuangan orang tua yang gigih mewujudkan cita-cita tinggi untuk menyediakan pendidikan yang luar biasa bagi anaknya. Setiap hari ia dan suaminya tidak bosan mengulek,  demi mewujudkan sebuah mimpi besarnya : bisa mengkuliahkan “si bungsu“sampai tamat  S2.

 Pandeglang,BantenTribun.id – Ai Narwati (54) dan suaminya, Toi Sumarna (58) adalah contoh pasangan suami-istri yang gigih memperjuangkan arti pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Warga RT 02 kampung Pasar Heubeul, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang  ini, ternyata tetap setia menggeluti pekerjaannya sebagai penjual Gado-gado, Ketoprak, dan makanan lain yang akrab dengan cobek dan ulek, demi cita-cita besarnya : bisa menyekolahkan anak bungsunya  sampai jenjang S2.

Sudah 9 tahun,  Ibu Ai, panggilan akrabnya,  berjualan  pecel, ketoprak dan lainnya. Ia membuka usahanya di tempat tinggalnya, sebuah rumah yang tergolong  permanen. Disebelah kiri bagian depan rumah itulah berdiri warungnya  seukuran 5 meter persegi. Profesi ini ia geluti sejak tahun 2008 silam, setelah  dagangan sembakonya pailit akibat menjamurnya  ekspansi  toko waralaba .

“Waktu dagangan sembako dulu, nyari untung limapuluh ribu   saja sangat sulit pak,” tutur perempuan asal Garut ini kepada BantenTribun, Senin(4/9) dengan tetap menggerakkan ulekannya membuat gado-gado.

Baca juga: Kakek Usep Selamatkan Ribuan “Nyawa”Pelanggannya

Akibat kesulitan itu, Ia lalu memutuskan untuk  banting setir dan mulai berjualan gado-gado. Hari pertamanya,  hanya mendapatkan omset sebesar Rp 85.000,- saja.  Namun ia tetap tekun dan terus melakoni usahanya. Kegigihan Ibu Ai kini berbuah manis.

Sekarang  gado-gado dan ketopraknya mulai dikenal orang. Pembelinya, tidak hanya para pegawai kantoran disekitar, tapi ada juga yang sengaja datang dari Serang. Omsetnya sekarang rata-rata  sebesar 1 juta perhari.  Dari jualannya itu pula Ai bisa merenovasi rumah dan membiayai kuliah  anaknya yang bungsu.

“Alhamdulillah, dari jualan ini kami bisa membiayai kuliah si  bungsu di Bandung,” ucap perempuan paruh baya ini kepada BantenTribun.

Ia bertekad untuk terus bisa mendorong dan membiayai anaknya minimal tamat pendidikan hingga pasca sarjana.

“Anak saya minta melanjutkan kuliah ke yogya setelah beres dari Bandung nanti. Yang terpenting  anak kami mendapat pendidikan yang cukup. Mudah-mudahan kami tetap diberi kesehatan dan rizki,  ya  pak,”  katanya.

“Kalau 3 anak kami yang pertama sudah berumahtangga pak,” imbuh Toi Sumarna, sambil mengupas buah membantu pekerjaan istrinya.

Sosok Ai Narwati, adalah  inspirasi  perjuangan orang tua yang gigih mewujudkan cita-cita tinggi untuk menyediakan pendidikan yang luar biasa bagi anaknya.(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here