Dana Bosda SMKN Periode Januari-Maret Sudah Ditransfer ke Rekening Sekolah

Bosda SMKN periode Januari-Maret 2018, sudah ditransfer ke rekening sekolah, 8 Maret lalu.
Bosda SMKN periode Januari-Maret 2018, sudah ditransfer ke rekening sekolah, 8 Maret lalu.

Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Provinsi Banten, khusus untuk pos belanja SMKN, sudah ditransfer ke 75 rekening bank milik sekolah pada Kamis, 8 Maret 2018. Sedangkan Bosda SMKN untuk pos honor pegawai  pendidik dan tenaga kependidikan, masih diproses di Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Banten.

Pandeglang,BantenTribun.id– Dana Bantuan Sekolah Daerah (Bosda) untuk Januari-Maret 2018 untuk Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) se-Provinsi Banten, sudah ditransfer Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten. Total dana yang ditransfer sebesar Rp19,3 miliar. Dana Bosda sebesar itu, diperuntukkan untuk pos belanja sekolah.

“Tim Bosda Dindikbud Banten berkerja keras untuk mewujudkan keinginan Pemprov Banten, agar sekolah gratis atau tidak dipungut biaya.  Keinginan itu bisa terwujud jika biaya operasional sekolah dipenuhi, baik dari BOS Pusat maupun Bos Daerah,” kata Aep Junaedi, Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, didampingi  Teguh Renggayana, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bosda SMKN, Selasa (13/3/2018), seperti dilansir laman media banten.

Bosda SMKN untuk belanja sudah ditransfer pada hari Kamis tanggal 8 Maret 2018 ke 75 rekening bank milik SMKN. Belanja jasa itu diperuntukan pembayaran listrik, telepon, internet, air bersih dan TV Cabel. Sedangkan Bosda SMKN untuk pegawai honor pendidik dan tenaga kependidikan sedang diproses di Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Banten untuk memverifikasi SP2D dan disalurkan ke 3.397 rekening milik honorer pendidik dan tenaga kependidikan SMKN se-Banten.

Bosda dianggarkan Pemprov Banten bertujuan agar sekolah tidak memungut biaya kepada orangtua murid. Dua sumber biaya sekolah itu dipenuhi dari BOS Pusat dengan besaran Rp1,4 juta per murid per tahun. BOS Pusat itu hanya digunakan untuk 13 item yang sudah ditentukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sedangkan Bosda sebesar Rp2,4 juta per murid per tahun. Bosda ini diperuntukan biaya pegawai non PNS atau ASN, barang jasa dan belanja modal.

Dilansir dari media banten, jumlah  Bosda untuk honor PTK dan non PNS SMKN se-Banten secara rinci meliputi Kabupaten Lebak Rp2,29 miliar, Kabupaten Pandeglang Rp2,57 miliar, Kabupaten Serang Rp2,16 miliar, Kabupaten Tangerang Rp4,73 miliar, Kota Cilegon Rp612,1 juta, Kota Serang Rp1,13 miliar, Kota Tangerang Rp1,79 miliar dan Kota Tangerang Selatan Rp1,38 miliar. Bosda untuk untuk pembayaran bulan Januari-Februari 2018.

Sedangkan Bosda untuk biaya jasa dikirim untuk 3 bulan (Januri-Maret) 2018 dengan perincian Kabupaten Lebak Rp78,5 juta, Kabupaten Pandeglang Rp192,6 juta, Kabupaten Serang Rp174,03 juta, Kabupaten Tangerang Rp275,1 juta, Kota Cilegon Rp133,32 juta, Kota Serang Rp259,62 juta, Kota Tangerang Rp267,96 juta dan Kota Tangerang Selatan Rp253,80 juta.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.