Curug Gendang Tahura, Pesona Alam Pinggir Pantai Carita

136
Curug Gendang di pinggir Pantai
Seorang Pengunjung terlihat berendam sambil menikmati suara air terjun Curug Gendang (foto-kar-BantenTribun)

Menempuh perjalanan dengan ayunan kaki sekitar 5 Km atau sekitar 1,5 jam, dengan medan berliku, ditemani udara sejuk nuansa pegunungan. Sampai dilokasi, air dan pemandangan Curug Gendang bisa kontan mengobati rasa pegel selama perjalanan. Jika enggan jalan, ada pemotor yang siap mengantar sampai titik parkir ujung. Sisanya, sekitar 1 Km lagi, harus tetap berjalan kaki.

Pandeglang,BantenTribun. id – Pernah merasa bingung pilih tempat buat mengisi waktu libur, ke gunung atau ke pantai? Tidak perlu “keder”, cobalah bermain ke Taman Wisata Alam Carita. Disini memang tersedia hamparan pantai sekaligus wisata alam pegunungan Curug Gendang, di area Taman Hutan Raya (Tahura) Carita-Banten.

Bertandang ke Curug Gendang, kita bisa melalui 2 jalur darat. Jalur Anyer- Serang atau jalur Labuan- Pandeglang. Wisata Alam Curug Gendang Banten berada di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Curug Gendang memiliki ketinggian 170 m dari permukaan laut, terletak kurang lebih 5 km arah utara dari Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Jarak yang harus ditempuh untuk mencapai Curug Gendang ini sekitar dua kilometer dari Jalan raya Carita. Anda tidak diperkenankan masuk ke area ini dengan menggunakan kendaraan, sehingga Anda yang datang dengan menggunakan mobil pribadi, harus meninggalkannya di area parkir.

Curug Gendang memiliki mata air terjun yang berasal dari Gunung Pangajaran. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 7 meter dan kedalaman sekitar 12 meter serta luas 10 meter. Objek Wisata Alam ini dikelola oleh Balai Pengelolaan Tahura (Taman Hutan Raya), Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten.

Di sini, kita  bisa menikmati dingin dan jernihnya air terjun setelah terlebih dahulu berjalan kaki melalui jalan setapak yang lumayan sempit dan licin. Jalan di sini juga terbilang lembab , sehingga butuh kewaspadaan.

Perjalanan Menuju Curug Gendang, perlukewaspadaan, namun tetap mengasyikkan
Perjalanan Menuju Curug Gendang, perlukewaspadaan, namun tetap mengasyikkan(foto-kar_BantenTribun)

Bagi yang menyukai jelajah atau petualangan, tentu akan sangat cocok untuk mengunjungi objek Wisata Alam Curug Gendang ini. Tempat ini sangat “rekomended” sekali untuk pemula yang belajar mendaki gunung, sekaligus sebagai perpaduan Wisata Pantai Carita yang juga tidak jauh letaknya.

Dengan perjalanan yang berliku, tanjakan yang lumayan curam serta turunan yang cukup menukik untuk sampai ke lokasi, menjadikan perjalanan kita semakin mengasyikkan.

Selama perjalanan, kita akan melihat berbagai macam tanaman liar, pohon Durian, Rambutan, dan semua suasana perjalanan yang menyejukkan mata dan kesejukan udara yang alami. Selain itu, suara burung dan beberapa monyet juga sering terlihat menemani perjalanan Anda.

Bukan hanya itu, jalan setapak di antara pegunungan dan jurang-jurang menuju ke Curug Gendang, juga memberikan pemandangan lautan yang luas dengan hijaunya pepohonan di kaki Gunung Krakatau yang terlihat dari kejauhan. Anda yang senang fotografi tentu akan senang dengan perjalanan seperti ini.

Warga sekitar melalui jalur Curug Gendang
Warga sekitar melalui jalur Curug Gendang(foto-BantenTribun)

Setelah melalui perjalanan yang cukup berat namun mengasyikkan itu, maka kita bisa langsung merendam tubuh yang lelah dan berkeringat di dalam kolam mata air. Curug pertama, yakni Curug Gendang, karena tidak jauh dari curug ini, juga terdapat curug lain bernama “Curug Putri”.

Jika kebetulan, kita juga akan menemukan masyarakat setempat yang berkunjung dan menyaksikan atraksi mereka turun ke mata air.

Nama Curug Gendang

Nama Curug Gendang berasal dari kata “Curug” dan “Gendang”. Curug berarti “air” sedangkan “gendang” adalah salah satu alat musik khas Indonesia yang cara memainkannya dengan cara dipukul. Konon dinamai seperti itu karena curahan air terjun yang jatuh menyerupai suara gendang yang sedang dipukul.

Maka air terjun yang semula dinamai Curug Citajur itu, berubah menjadi Curug Gendang. Ditempat ini kita bisa melakukan aktifitas berkemah, hiking, berenang, foto-foto, memanjat pohon, atau ingin berakting seperti Tarzan dan Citah? Semua bisa dilakukan.

Setelah melalui jalan beton dan separuh jalan masih berbatu, kita akan samapai di titik tunggu area parkir kendaraan roda dua ini. Titik ini adalah titik paling ujung jika kita memakai motor. Disini kita bisa istirahat sejenak menghilangkan penat dan dan rasa haus atau lapar. Di tempat ini juga tersedia beberapa warung yang menjajakan  kopi atau mie rebus untuk sekedar ganjal perut.

Titik parkir pengunjung Curug Gendang
Titik parkir pengunjung Curug Gendang( foto-BantenTribun)

Jika beruntung, pemilik warung di sini kadang menjual “durian geblugan” atau durian yang baru jatuh dari pohon langsung. Soal harganya, jangan takut menguras isi kantong. BantenTribun mendapatkan 2 buah durian jatuhan tadi cukup dengan selembar limapuluhribuan.  Rasanya? Super manis dan mantap.

Menurut cerita, Curug Gendang berasal dari Bahasa Sunda, yaitu “curug” yang berarti air terjun dan “gendang” yang berarti musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditabuh seperti halnya drum pada musik modern.Namun, gendang ini ditabuh dengan menggunakan tangan kosong.

Curug Gendang sendiri pada awalnya dinamakan Curug Citajur. Tapi karena suara gemericik airnya seperti gendang, maka masyarakat setempat kemudian menyebutnya dengan sebutan Curug Gendang.*(kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here