Cerdas Bersosial Media: Generasi Milenial Sebaiknya Lakukan Hal Ini

363
Cerdas Bersosial Media: Generasi Milenial Sebaiknya Lakukan Hal Ini
Cerdas Bersosial Media hal yang harus dilakukan oleh Generasi Milenial. Ilustrasi: ieehtc

Bersosial Media bagi Generasi Milenial seolah menjadi kebutuhan primer, tapi mengedapankan akal daripada emosi sebaiknya menjadi perhatian agar tidak mendapat konsekuensi buruk nantinya

Pandeglang, BantenTribun.id- Sosial media bisa dibilang seperti pisau bermata dua, sisi lain bisa membuat kita terkenal dan memiliki reputasi baik dimata masyarakat, tapi sebaliknya sosmed juga bisa membuat kita dibenci berkali lipat, parahnya berkat Undang-Undang ITE, kita juga bisa tenggelam dan masuk penjara hanya gara-gara sembarangan membully atau mengejek orang.

Terlepas dari pro dan kontra, tak sedikit orang yang terkena dampak buruk bersosmed, Jonru misalnya, aktivis yang kerap kali mengkritik pemerintah itu menjadi salahsatu korbannya. Pun demikian dengan Buniyani, akibat video ucapan Ahok tentang Al-Maidah 55, menjadi viral di lini masa, Lelaki lulusan Leiden Belanda itu juga harus berurusan dengan kepolisian.

Terakhir adalah Dyan Kemala, kader Partai Solidaritas Indonesia itu akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian di kediamannya di kawasan Tangerang, gara-gara aduan Setya Novanto yang tak senang dirinya jadi bahan sindirian via meme di sosmed.

Selain tiga tokoh itu, tak sedikit pula orang biasa yang terkena jerat hukum akibat bersosmed, baik akibat kritikan pedas terhadap sekolah, kampus, pemerintah bahkan pada rekannya sendiri.

Cerdas dan berhati-hati dalam bersosmed kini harus menjadi perhatian, terutama bagi generasi muda bin milenial yang umumnya lebih mengedepankan emosi daripada akal sehat.

Beberapa hal ini mungkin bisa memberi manfaat buat kamu-kamu kaum millenial agar lebih aware dalam bersosmed.

Baca Dulu Baru Sebar

Ini yang sering terjadi dalam bersosmed, terpesona dengan judul yang wow dan sepertinya sepakat dengan apa yang ada di pikiran kita, maka tanpa tedeng aling-aling, jari kita langsung mencet tombol like dan share. Padahal belum tentu kontennya selaras dengan judul.

Baca dulu baru sebar nampaknya menjadi pilihan terbaik agar kita lebih save. Sebab bila gagal memahami, alih-alih dapat dukungan yang ada kita malah jadi serangan bully netizen yang lain.

Budaya membaca konten memang belum sepenuhnya tertanam dalam sebagian kaum milenial yang gemar bersosmed. Padahal dengan membaca kita bisa memahami secara komprehensif maksud si penulis.

Sehingga bila kita paham, maka kita bisa menanggapinya lebih tepat dan menentukan hal itu layak atau tidak untuk di sebarkan.

Elegan bila Beda Pendapat

Diantara kita mungkin banyak yang merasakan, bila wall kita atau teman kita banyak berisi komen sampah. Parahnya kita juga sering melihat bila wall netizen berisi tanggapan bak kebun binatang.

Kata-kata sadis bin kasar sering ditulis oleh orang-orang hanya karena beda pendapat. Sedihnya yang komen bahkan bukan dari akun asli tapi fake akun.

Bila kita paham bahwa beda pendapat adalah sesuatu yang wajar dan efek dari demokrasi, maka menghargai orang dengan komen yang cerdas dan masuk akal nampaknya lebih indah dan menghargai dari pada komen kasar yang tak jelas.

Unlike yang Proporsional

Kadang bila ada sesuatu di lini masa yang tak kita sukai, banyak dari kita tak menyukai seluruhnya dari orang yang mengupload status itu. Parahnya kita menghina habis-habisan apa yang mereka upload.

Padahal baiknya kita proporional menanggapi semua hal yang diupload, belum tentu kan semua yang ditulis atau dikirim di wallnya seluruhnya negatif.

Jika mau bijak maka selayaknya ambil yang baik dan buang jauh-jauh untuk konten yang kurang baik.

Hati-Hati Bikin Meme

Meme merupakan ekspresi dan kreativitas kaum muda milenial, itu tak bisa dipungkiri. Bahkan generasi unik ini mungkin saja lebih mengenal tokoh yang biasa dibuat meme, dari pada pikiran dan gagasannya dalam membangun atau mengkritisi kebijakan di negeri ini.

Sosok seperti Lulung dan Setnov misalnya. Dua politisi ini sering jadi meme akibat pernyataan atau ulahnya yang bagi sebagian orang dianggap kontroversial.

Bikin meme dengan pernyataan yang tak pernah diucapkan oleh mereka tentu sebuah fitnah dan kebohongan, lain hal bila ucapan itu memang mereka ucapkan. (red)

Berkreativitas itu perlu, biar hidup tak monoton, tapi memilih berhati-berhati menjadi kunci agar kita bisa berkreasi terus menerus hingga kita hak hidup kita dicabut oleh sang maha pemberi kreasi. (red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here