Bunga Sedap Malam Ciwalet, Icon Yang Terabaikan

678

Pandeglang (Banten Tribun)-Mengharap kampung Ciwalet bisa menjadi sentra pertanian tanaman hias,  memang dibutuhkan  campur tangan  Pemda Pandeglang untuk menata dan membina petani. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kawasan ini bisa menjadi ”ikon baru”  Sedap Malam-nya Pandeglang.

Tangan Puji Fajarizki terus bergerak menyiangi gulma yang mengitari  tanaman bunganya. Sesekali Ia mencabut tangkai Bunga Sedap Malam  itu dan membuangnya.

“Tanaman kami mulai diserang hama pathek,” katanya lirih.

Petani Bunga Sedap Malam di Kampung Ciwalet Kelurahan Sukaratu Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang- Banten, sangat menyayangkan sikap instansi terkait yangdianggap  tidak pernah peduli dengan nasib mereka.Para petani mengaku  tak sekalipun mendapat bimbingan tehnis ataupun bantuan pupuk dan dan bibit, selama 7 tahun lebih membudidayakan Bunga Sedap Malam.

Di kampung Ciwalet ini, sedikitnya terdapat 12 petani yang masih bertahan bercocoktanam bunga ini. Selain untuk menopang kebutuhan biaya  hidup, mereka  juga sangat berharap mendapat perhatian dari pemerintah daerah agar kawasan ini bisa berkembang sebagai sentra tanaman Bunga Sedap Malam.

“Kami belum pernah mendapat bimbingan atau bantuan dari manapun, padahal kami sangat berharap daerah ini bisa berkembang jadi sentra kebun Bunga Sedap Malam”, kata Puji Fajarizki ( 24),petani  yang masih bertahan menggarap lahan tidur  seluas 120 meter persegi milik   PT KAI di dekat rumahnya.

Didi dan petani bunga lainnya saat ini merasa bingung karena tanamannya mulai diserang hama pathek. Padahal sebentar lagi akan memasuki lebaran  haji dan ahir tahun, dimana permintaan terhadap bunga ini meningkat tajam dan harga jual naik.

 

Keluhan minimnya perhatian pemerintah daerah Pandeglang, juga disampaikan Acan(60) petani bunga di Kampung Ciwalet ini. Ia mengaku tidak mengerti mengapa tidak pernah ada kunjungan atau bimbingan dari dinas terkait.

“ Selama bertani bunga, rasanya belum pernah ada petugas penyuluh pertanian yang datang,” kata Acan.

Heni Supiani, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Pandeglang, mengakui sampai saat ini petani komoditas tanaman hias, belum menjadi prioritas binaan. Menurutnya, anggaran yang tersedia untuk pembinaan dan bantuan  dari Dinas Pertanian Pandeglang, masih diprioritaskan untuk tanaman buah dan sayuran.

Namun demikian, Heni Supiani menyarankan para petani Bunga Sedap Malam di Ciwalet, untuk masuk anggota kelompok tani yang sudah ada.

“Kami juga akan koordinasi dengan penyuluh untuk membimbing para petani. Mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan untuk kebutuhan para petani tanaman hias,” kata Heni kepada BantenTribun di Kantornya Rabu kemarin.(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here