Bunga Sedap Malam (BSM) Meski Harga Murah Penikmatnya Bukan Orang “Murahan”

674

Pandeglang(BantenTribun)-Masih terbukanya Peluang bisnis Bunga Sedap Malam (BSM) niscaya  bukan isapan jempol belaka.  Di era 80-an, BSM memang pernah menjadi primadona bunga hias di Jakarta. Waktu itu hanya pedagang bunga di Pasar Cikini yang menjual bunga sedap malam. Meski telah menjadi primadona sejak lama, nyatanya hanya sedikit orang yang serius mengembangkan komoditas bunga ini. Padahal, saat ini pasar Indonesia diperkirakan masih membutuhkan sekitar  1 juta tangkai bunga segar setiap harinya.

Petani Bunga Sedap Malam di Kampung Ciwalet, Puji Fajarizki, mengaku tidak banyak menemui kesulitan untuk menjual hasil produksinya. Para tengkulak datang sendiri jika waktu panen raya tiba.

“Jika panen besar,  bunga dari kami diterima tengkulak dengan harga duaribu limaratus rupiah pertangkai pak,”  kata puji.

Menurut Puji, jika tanaman bunganya dipanen setiap minggu,  dengan luas lahan yang dimiliki, ia bisa menghasilkan sekitar 300 hingga 400 tangkai.

“Kalau mingguan kita jual ke toko florist di sekitar sini.Harganya hanya limaratus rupiah pertangkai,” imbuh Puji.

Yohana (55), pemilik  toko Alvin Florist di Ciwalet, menuturkan dalam seminggunya bisa menjual sekitar 500 hingga 700 tangkai bunga sedap malam yang dibeli dari petani sekitar. Ia menjualnya dengan harga Rp 2500 pertangkainya.

“Jika musim tertentu seperti lebaran atau imlek, harga bunga bisa mencapai lima belas ribu rupiah pertangkainya,” kata Yohana.

Menurut Yohana, pembeli bunganya  saat ini masih banyak dari kalangan perias pengantin yang membutuhkan untuk keperluan dekorasi serta dari kalangan pecinta bunga.

Meskipun bunga ini tergolong murah, Yohana memastikan  para pembeli atau penikmat Bunga Sedap Malam ini dari kalangan menengah ke atas.(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here