Bunga Mulai Bersemi di Kampung Jambu Kaduhejo Pandeglang

 

Pengunjung berselfi di taman bunga kebun jambu kaduhejo (foto-kar-BantenTribun)
Pengunjung berselfi di taman bunga kebun jambu kaduhejo (foto-kar-BantenTribun).

Mekar Bunga Gomprema, Jengger Ayam (Selosia ), Finka, Pacar Banyu dan Bunga Matahari di Kampung Jambu, Kadukaweng, Kecamatan Kaduhejo Pandeglang, mulai menyedot perhatian masyarakat. Dalam tiga hari pasca dibuka, pengunjung terus membludak tak terbendung. Kebun bunga yang awalnya untuk show room produk tanaman holtikultura itu terkesan berubah menjadi destinasi agro wisata. Berkah mulai terasa di masyarakat sekitar.

Pandeglang,Bantentribun.id-Sabtu siang, terik matahari mulai terasa. Namun, pengunjung terlihat tetap ramai berdatangan memenuhi hamparan kebun bunga, kebun sayuran dan kebun jambu biji di lahan seluas setengah hektar di Kampung Jambu, Desa Kadukaweng, Kecamatan Kaduhejo Pandeglang.

Saya penasaran datang berkunjung ke kebun bunga ini, setelah ramai di instagram. Keluarga saya dari Serang bahkan tahu lebih dulu,” kata Ibu Rusti, pengunjung dari Kecamatan Banjar, kepada BantenTribun di lokasi, Sabtu ( 28/7).

Saya juga baru tahu dari medsos dan sengaja datang bareng temen-temen,” terang Anisa, pelajar MAN 1 Pandeglang, asal Kecamatan Mandalawangi.

Berteduh dibawah kebun jambu (foto-BantenTribun)
Berteduh dibawah kebun jambu (foto-BantenTribun)

Sejak Suroso (44), pemilik kebun itu merubah konsep lahan perkebunannya, pengunjung memang mendadak ramai. Dukungan publikasi media sosial, juga ikut mendongkrak rasa penasaran dan menyedot perhatian warga datang membuktikan. Jadwal launching yang semula direncanakan 1 Agustus, terpaksa dimajukan Kamis(26/7) kemarin.

Animo masyarakat terhadap kebun wisata, ternyata sangat tinggi. Tempat itu kami namakan ‘Kebun Jambu’, karena awalnya itu yang lebih dulu ada. Sekarang malah yang terkenal kebun bunga,” kata Suroso, pria kelahiran Malang ini kepada BantenTribun.

Menurut pria yang bekerja di perusahaan swasta ini, kebun jambu dan sayuran miliknya sudah berjalan cukup lama. Semula ia menjual hasil perkebunan dengan cara konvensional, yakni menjualnya di pasar.

Konsepnya saya rubah. Pengunjung bisa membeli jambu, dan sayuran langsung di kebun dan bisa memetik sendiri. Sedangkan Kebun bunga, dimaksudkan sebagai display untuk pengunjung bisa berfoto selfi. Jadi selain petik di kebun, kami jual suasana, sesuai karakter masyarakat anak muda sekarang, “ terangnya.

Suroso masih keberatan jika lahan kebunnya dilabeli sebagai agrowisata kebun bunga. Ia lebih memilih sebagai kebun jambu, dan mencoba menggugah masyarakat Pandeglang dan masyarakat urban farming lainnya, untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan berkebun sayuran,buah ataupun bunga.

Buah Labu Madu, di Kebun bunga kampung jambu (foto-BantenTribun)
Buah Labu Madu, di Kebun bunga kampung jambu (foto-BantenTribun)

Pengunjung yang datang kesini memang diwajibkan untuk membeli produk, berupa benih, ataupun bibit tanaman yang sudah dalam pot bunga. Kami siap dan sudah menjalin komunikasi dengan berbagai kelompok PKK, sekolah dan instansi lainnya untuk memberikan pelatihan,” jelasnya.

Dalam tiga hari sejak mulai dibuka, jumlah pengunjung terus bertambah naik. Lokasi ini mulai dibuka sejak pukul 7 pagi hingga pukul 6 sore. Terdapat 4 pilihan tiket masuknya- dengan cara memilih paket produk- dimulai dengan harga Rp7000 hingga Rp 25.000. Setelah itu, pengunjung bisa bebas berfoto ria mengelilingi taman bunga dan kebun sayuran.

Ada beberapa sayuran import dari Belanda, seperti Labu Madu ini,” terang Ali Akbar (18 ), mahasiswa Tekhnologi Industri Benih IPB, yang juga anak Suroso.

Kalau jenis bunganya cukup banyak, Selosia, Gemproma, Begonia ada disini,” imbuh Asri Indah Permatasari (22), yang bertugas melayani produk bagi pengunjung.

Kehadiran Kebun bunga atau kebun jambu di Kaduhejo, setidaknya menjadi indikator jika sektor Agrowisata Pandeglang, harus serius dibangun dan dikembangkan. Sektor ini sesuai dengan visi Pemda Pandeglang.

Warga sekitar, juga mulai merasakan dampak ramainya pengunjung. Lahan parkir dan warung sedehana, bahkan booth sepeda motor berdiri.

Kalau pemuda di kampung sini bertugas menjaga parkiran motor dan mengatur arus lalu lintas di sini pak. Ya lumayan lah untuk kas pemuda” kata Encep, ketua pemuda setempat.

Senang rasanya berada di kebun bunga ini,” imbuh Rusti.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.