Buku Nikah Senilai Rp 1 Miliar Lebih Dimusnahkan Kemenag Lebak

Pegawai Kemenag Lebak bersama petugas Polres Lebak saat hendak memusnahkan buku nikah kadaluarsa di halaman Kantor Kemenag Lebak. (poto Ist)
Pegawai Kemenag Lebak bersama petugas Polres Lebak menghitung ulang jumlah buku nikah Kadaluarsa untuk dimusnahkan dengan cara dibakar, di halaman Kantor Kemenag Lebak. (poto Ist)

Khawatir disalah gunakan untuk buat buku nikah palsu. sebanyak 1.105 pasang buku nikah. cetakan tahun 2014 dimusnahkan oleh petugas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak di halaman Kantor Kemenag Lebak, Senin (5/3/2018). Jumlah buku tersebut jika dinominalkan  senilai Rp 1.171.300.

Lebak,BantenTribun.id –Pemusnahan Buku Nikah dengan cara dibakar tersebut merupakan buku nikah yang sudah kadaluarsa dan tidak bisa digunakan lagi.

“Buku nikah yang dimusnahkan hasil pencetakan 2014 yang sudah kadaluarsa. Totalnya sebanyak 1105 pasang buku nikah,” kata Kepala Seski Bimas Kemenag Lebak, Haerudin kepada Wartawan, Senin (5/3/2018).

Haerudin menerangkan, pemusnahan buku nikah sesuai dengan Instruksi Menteri Agama nomo 828/sj/b.III.3/KS.01.6/02/2018. Diterbitkan tanggal 2 Februari 2018, perihal persetujuan pemusnahan blanko dan buku nikah pada Kemenag Lebak.

Masih kata Haerudin, pemusnahan ini merupakan bagian dari langkah tertib adminitrasi pengelolaan barang milik negara, sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari.  Selain itu, pemusnahan bagian dari upaya menghindari penyalahgunaan buku nikah dari orang tak bertanggungjawab.

“Lantaran ditandatangani oleh menteri yang lama tahun 2014. Jadi kita tarik semua, lalu dimusnahkan. Nilai nominal aset buku nikah Rp 1.171.300. Jika tidak dimusnahkan khawatir disalah gunakan untuk buat buku nikah palsu. Bukunya asli tapi pernikahannya tidak terdaftar di negara,” katanya

Pemusnahan buku nikah kadaluarsa disaksikan Kabag Ops Polres Lebak Kompol Andi Suwandi. Ia mengaku, kehadirannya menyaksikan pemusnahan buku nikah kadaluarsa karena mendapat undangan dari Kemenag Lebak.

“Sebelum dimusnahkan, terlebih dahulu dilakukan penghitungan ulang. Buku Nikah kemudian dibakar sampai tidak dapat dipergunakan lagi karena memang kalau dibuang begitu saja rawan disalagunakan,” tuturnya. (Yud/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.