Tradisi Bubur Suro Di Karaton : Membangun Kebersamaan dan Napak Tilas Kisah Nabi Nuh AS

476

 

Tradisi Bubur Suro Di Karaton : Membangun Kebersamaan dan  Napak Tilas Kisah Nabi Nuh AS
Ibu Esih nampak terus mengaduk Bubur Suro dalam wajan besar. Foto: BantenTribun

Pandeglang,BantenTribun.id-  Beberapa ibu-ibu nampak sibuk berbagi pekerjaan. Ada yang bergantian mengaduk-aduk bubur di wajan besar, ada  juga yang memarut kelapa dan membuat bumbu.  Di samping Pos ronda, mereka  bergotong-royong mempersiapkan sajian yang dikenal dengan “Bubur Suro”, untuk kemudian diantar ke Masjid Jami Baitul Ikhlas, Kampung Ciekek Babakan Karaton, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“ Ini tradisi tahunan warga disini untuk membangun kebersamaan dan mengenang kisah Nabi Nuh AS. Semua bahan-bahan pembuatan bubur ini berasal dari patungan warga,” kata Yati, warga RT 03 RW 06, Ciekeke Babakan Karaton ini menceritakan kepada BantenTribun, Sabtu(30/9).

Tradisi Bubur Suro Di Karaton : Membangun Kebersamaan dan  Napak Tilas Kisah Nabi Nuh AS
membuat bumbu untu Bubur Suro

Menurutnya, membuat bubur  suro dilakukan  setiap memasuki 10 hari Bulan Muharam, atau Suro  dalam kalender Jawa. Sebelumnya,  warga juga ada yang  berpuasa sunah pada bulan ini.

“Setahu saya ada yang berpuasa sunah 2 hari, ada juga yang berpuasa dari tanggal 1 atau selama 9 hari,” terang Yati.

Beberapa kampung di Pandeglang masih menggelar tradisi Bubur Suro ini. Sajian  bubur  ini  disiapkan untuk  disantap oleh jamaah  masjid seusai memanjatkan  doa memperingati peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di bulan Muharam. Tradisi selametan ini digelar sebagai bentuk penghormatan dan memperingati peristiwa-peristiwa besar pada masa lampau, selain bertujuan untuk membangun kebersamaan.

Bubur Suro, dibuat dari beras, santan, garam, jahe, dan sereh. Rasanya gurih dengan nuansa asin tipis.

Bubur ini biasanya  ditaburi irisan wortel,  dan jenis kacang- kacangan : kacang tanah,  kedelai,  dan kacang merah, terlihat seperti menjadi toppingnya.

Dalam catatan Sejarah Islam , diantara peristiwa yang paling fenomenal pada bulan ini, yakni terjadinya banjir besar pada masa Nabi Nuh Alaihisalam. Peristiwa ini menyisakan berbagai peninggalan diantaranya berupa makanan pokok pada zaman itu.

“Saya tahunya  setiap tahun di Kampung  Karaton ini pasti membuat Bubur Suro. Biasanya tanggal sepuluh , berasnya hasil iuran  dari warga. Kali ini  bubur dibuat sebanyak 12 liter beras,” ujar Ibu Esih, sambil tetap mengaduk bubur di wajan besar.*(Mi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here