Bisa Pesan Khusus, Home Industri Sepatu “Rosalie” Pabuaran Pernah Garap Merek Terkenal

Muhdi, di bengkel sepatu miliknya (fotoNur-BantenTribun)

Muhdi, di bengkel sepatu miliknya (fotoNur-BantenTribun)

Perlu sepatu berkualitas atau perlu sepatu khusus? Datang saja ke home industri milik Muhdi, di Jalan Raya Palka, Sindangsari, Kampung Ranca Sumur Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Ia kerap mengerjakan pesanan sepatu merk terkenal yang merajai pusat perbelanjaan.

Serang,BantenTribun.id– Berbekal pengalaman sejak tahun 1984 bekerja dibidang produksi sepatu, Muhdi (47) pria kelahiran Pandeglang, warga Jl. Raya Palka, Sindangsari, Pabuaran Kabupaten Serang ini berusaha mandiri dengan memproduksi sepatu secara mandiri dengan berbagai model dan type yang tak kalah dengan merek –merek ternama yang berada dipasaran.

Usaha ini dirintisnya sejak pertama menikah tahun 1995 dengan bermodal sebuah mesin jahit tua untuk menjahit sepatu. Namun saat ini usahanya cukup berkembang dan telah memiliki beberapa mesin jahit sepatu. Selain dibelinya sendiri, beberapa mesin tersebut merupakan bantuan dari Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Serang.

“Dulu saya puluhan tahun bekerja di bidang produksi sepatu, lama-lama saya bertekad memiliki sendiri usaha produksi sepatu mesti baru sebatas usaha rumahan,” ujar Muhdi.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa produksi dalam jumlah cukup banyak jika ada pesanan” sambungnya.
Untuk saat ini Muhdi mampu memproduksi hingga dua ratus pasang perhari jika ada pesanan yang cukup banyak di rumahnya di bilangan Jalan Raya Palka, Sindangsari, Kampung Ranca Sumur RT.10, RW.003, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten yang dijadikan tempat produksinya.

Dibagian belakang rumahnya yang dijadikan tempat produksi, Muhdi dibantu sang isteri dan dua orang pekerja dengan jam kerja yang bisa diatur sesuai jumlah permintaan. Usahanya yang bernama PD. Karya Bersama ini menggunakan merek sepatu “ Rosalie”.

Selain memproduksi jumlah banyak, saat ini Muhdi masih menerima pesanan dalam jumlah satuan yang disesuaikan dengan permintaan pemesan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kaki yang sepatunya tak dapat dijumpai diberbagai toko manapun.

Saat disambangi Banten Tribun, Muhdi terlihat sedang mengerjakan sepasang sepatu pesanan dari pemesan yang memiliki kaki agak berbeda antara kiri dan kanan, sehingga pengerjaannya harus dilakukan dengan mengukur kaki pemesan.

“Ini saya lagi ngerjakan pesanan khusus dari pemesan yang memiliki persoalan dikaki,” kata Muhdi lagi.

”Saya juga terbiasa mengerjakan pesanan dengan design dan model sesuai keinginan pemesan,” sambungnya.

Untuk produksi sepatunya, saat ini harga yang ditawarkan relative lebih murah dibanding harga mall yang berkisar antara Rp.40.000 rupiah hingga Rp.1,2 juta, sesuai tinggkat kesulitan dan kwalitas bahannya.

Menurut Muhdi, dirinya juga pernah mengerjakan pesanan dari dua owner pemegang merek sepatu terkenal yang pernah merajai mall-mall di tanah air.

Berhubung pemasaran terganngu akibat adanya tren masyarakat berbelanja lewat on line, saat ini pesanan tersebut tak lagi dikerjakan. Muhdi sendiri saat ini sedang berusaha untuk bisa memasarkan barang secara on line.

“Pernah ngerjakan pesanan dari dua merek terkenal di tanah air yang jumlahnya cukup banyak, tapi sekarang agak kendor akibat banyak warga belanja on line, makanya soal model dan kwalitas saya berani bersaing” ungkap Muhdi sambil menyebut dua merek terkenal tersebut.

Selain itu, Muhdi juga kerap mendapat pesanan dari sekolah-sekolah atau instansi yang membutuhkan sepatu sebagai kelengkapan seragam sekolah dan instansi atau perusahaan tertentu. (Nur/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.