Berlatarbelakang Pengusaha Asep Awaludin Ikhtiar Menuju Senayan Lewat Dapil Banten 1

Asep Awaludin
Asep Awaludin

 

Pengusaha muda asli dari Binuangeun, Banten Selatan yang sudah lama berkiprah di Bandung, Jawa Barat. Menjadi pengusaha sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang, dengan latar belakang pengalaman sebagai konsultan managemen, keuangan, dan praktisi auditor sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2017. Asep memutuskan maju menjadi Calon Anggota DPR RI Dapil Banten 1 (Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang), dialah H. Asep Awaludin.

Keputusan putra daerah dari Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kelahiran 01 September 1981 ini, tak terlepas dari semangat
pengabdian membangun Banten. Untuk mengetahui lebih jauh komitmen alumni STIE
YPKP Bandung ini maju menjadi Caleg DPR RI Dapil Banten 1, berikut beberapa pokok pikiran yang beliau sampaikan terkait Pencalonannya.

Apa yang melatarbelakangi Anda maju menjadi Caleg DPR RI Daerah
Pemilihan Banten 1?

Saya memutuskan menjadi Calon Anggota DPR-RI, dari Banten 1 (Lebak & Pandeglang),
tanah kelahiran saya, dilatarbelakangi semangat pengabdian kepada kampung halaman
dan tanah kelahiran saya. Keputusan saya ini tidaklah sekadar ingin menjadi anggota
DPR-RI, tidak pula hanya ingin menjadi Pejabat Negara. Meskipun yang namanya
pengabdian itu tidaklah harus menjadi DPR-RI.

Namun bila melakukan pengabdian tanpa memiliki sebuah instrumen yang kuat seperti menjadi anggota DPR-RI, tentu sulit bagi saya membuat daerah kita ini lebih maju, lebih sejahtera yang berkeadilan. Dengan menjadi DPR-RI, tentu saya akan menjadi penyambung lidah masyarakat Banten 1(Lebak & Pandeglang).

Saya menjadi pembawa pesan, pembawa harapan rakyat dan memperjuangkan harapan-harapan itu supaya terealisasi dan dapat dinikmati rakyat sebagai warga negara yang berhak mendapat kesejahteraan dari negara. Saya akan berjuang habis-habisan memperjuangkan aspirasi, membela hak-hak rakyat, mewujudkan harapan rakyat. Itulah kenapa saya termotivasi untuk menjadi Calon Anggota DPR-RI.

Bila tidak, apa yang bisa saya lakukan membantu rakyat dan memajukan tanah kelahiran ini? Tentu tidak akan signifikan. Makanya, penting sekali memiliki alat dan sarana untuk mewujudkan itu. Apa alat dan sarana itu? Tentu di DPR-RI. Inilah motivasi awal, motivasi dasar saya. Selain itu, saya ingin betul-betul membangun daerah ini supaya lebih maju dengan memperjuangkan anggaran-anggaran di APBN untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Hal itu hanya bisa dilakukan bila saya menjadi DPR-RI. Makanya saya menawarkan kepada masyarakat untuk berjuang bersama saya, karena tidak semua orang punya kesempatan untuk maju sebagai Calon Anggota DPR-RI.

Saya ingin bersama masyarakat Banten, maju bersama supaya rakyat lebih sejahtera.
Inilah secara umum motivasi dan latar belakang kenapa saya maju menjadi Calon
Anggota DPR-RI. Intinya, saya ingin mendedikasikan hidup ini untuk memperjuangkan nasib rakyat provinsi Banten. Bukan untuk diri saya, tapi untuk semua.

Dari kunjungan ke lapangan, bagaimana Anda melihat Banten 1 (Lebak &
Pandeglang) sejauh ini?

Saya sering turun ke bawah, turun ke rakyat, hadir di tengah rakyat. Saya ajak mereka
bicara, saya ajak diskusi, saya dengar suara mereka, saya dengar kata hati mereka, saya
catat keinginan dan harapan mereka. Saya bersumpah dalam diri saya, bahwa semua
harapan mereka akan saya perjuangkan. Secara umum kehidupan di Banten, kehidupannya masih banyak yang prasejahtera dan tidak sedikit yang masih kategori miskin atau butuh bantuan.

Kondisi ini membuat saya semakin bersemangat untuk bisa segera memperjuangkan kehidupan mereka, membela hak-hak mereka. Karena impian dan harapan saya adalah bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, yang penting negara hadir memfasilitasi dari APBN.

Inilah tugas kewajiban saya nantinya, memastikan APBN untuk kesejateraan rakyat. Ini semua akan saya perjuangkan supaya Provinsi Banten secara umum, mendapat porsi pembangunan yang cukup untuk membangun Sumber Daya Manusia dan membangun Sarana Prasarana atau Infrastruktur yang dibutuhkan.

Apa persoalan mendasar yang dihadapi Banten saat ini?

Persoalan mendasar bagi masyarakat Provinsi Banten (Khususnya Lebak & Pandeglang)
secara umum hampir sama dengan daerah lainnya. Banyak permasalahan yang timbul.
Tapi inti dari semua permasalahan itu adalah, masih kurangnya sarana dan prasarana
pendidikan, kesehatan, rendahnya kesejahteraan, rendahnya tingkat pendapatan
masyarakat atau masalah ekonomi.

Termasuk, daya beli dan lapangan kerja. Inilah yang paling harus difokuskan. Jika mengurai semua masalah, akarnya adalah rendahnya anggaran pembangunan daerah dan masalah ekonomi. Makanya kita fokus di situ, meningkatkan infrastruktur, kesejahteraan dan pendapatan rakyat.

Bagaimana langkah konkret menyelesaikannya?

Langkah konkret menyelesaikan masalah itu, terletak bagaimana meningkatkan anggaran pembangunan dan pendapatan masyarakat. Banten ini banyak petani dan nelayan.
Industri ada, tapi tidak banyak. Hal paling penting itu adalah, bagaimana APBN
menyediakan dan mengalokasikan anggaran pembangunan untuk infrastruktur, bantuan-
bantuan untuk pertanian dan nelayan, seperti ketersedian bibit, peralatan olah lahan
pertanian, saprodi pertanian, alat tangkap nelayan, teknologi pengolahan hasil tangkap
dan jaminan pasar yang baik untuk hasil produksi. Serta, bantuan lain yang bersifat
meningkatkan produktivitas pertanian dan nelayan.

Kemudian, APBN mesti mengalokasikan anggaran untuk sarana prasarana pasca menanam dan panen. Jangan sampai terjadi panen baik, tapi hasilnya sulit dibawa ke pasar. Makanya, sarana penunjang harus dibangun dari sentra pertanian menuju pasar. Selain itu, bantuan-bantuan untuk pembangunan Sumber Daya Manusia harus dialokasikan melalui APBN. Pendidikan dan Kesehatan harus mendapat porsi yang baik. Kita harus pastikan SDM Banten meningkat kualitasnya.

Tentunya lewat pendidikan yang mumpuni, bukan hanya kesehahteraannya saja. Itu yang akan saya lakukan nanti, mengawal dan memastikan anggaran untuk Banten di APBN betul-betul teralokasi. Setelah itu, saya juga akan turun memastikan anggaran itu sampai di tangan masyarakat. Tentunya, bidang pertanian, Perikanan, Pendidikan dan Kesehatan. Inilah hal paling perlu, selain mendatangkan Investasi ke Banten.

Memasarkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Pariwisata yang ada lewat promosi-promosi. Itu semua hanya akan bisa dilakukan lewat kerja sama semua pihak. Tidak hanya saya, tapi juga Pemerintah Daerah, harus ada sinergisitas disini. Makanya, saya mengajak semua bersama-sama untuk melangkah bersama demi Banten
yang terus meningkat kualitas kehidupannya dan meningkat kualitas manusianya.

Apa potensi yang perlu dikembangkan di Banten guna menyelesaikan
persoalan yang ada?

Bicara potensi, Banten ini punya banyak potensi. Meski tidak terlalu banyak juga potensi unggulan yang signifikan. Tapi, potensi yang kita miliki cukup beragam dan banyak. Ini semua bisa kita maksimalkan pemanfaatannya untuk rakyat. Selama ini, Bantendidominasi pertanian, perkebunan dan perikanan laut. Komoditi pertanian dan
perkebunan masih yang paling besar. SDA atau mineral cukup bagus.

Lahan juga semakin terbatas untuk pengembangan dan perluasan lahan pertanian dan perkebunan. Makanya sebagai sumber ekonomi baru, kita harus fokus membesarkan dunia pariwisata. Terlebih, Banten memiliki keindahan alam yang sangat mewah, kita punya pantai-pantaiyang indah, sumber air terjun, kita punya hutan lindung yang menawan, dan budaya yang terpelihara seperti baduy, dll. Tapi, belum terjual atau terpromosikan secara baik.

Belum juga dikelola dengan baik supaya menjadi tujuan kunjungan wisata. Makanya,
salah satu andalan Banten ekonomi ke depan adalah mengelola pariwisata dan
menjadikannya sumber pendapatan.

Seperti apa bentuk perjuangan yang akan Anda lakukan nanti?

Bentuk perjuangan yang saya lakukan tentu perjuangan yang baik, perjuangan yang all
out, dan tidak mengenal menyerah, totalitas sebagai seorang legislator. Bila nanti terpilih
menjadi anggota DPR-RI, saya akan aktif berkomunikasi dengan pihak-pihak eksekutif
yang menyusun anggaran dan program di APBN. Saya bakal pastikan bahwa Provinsi
Banten tidak boleh ketinggalan alokasi APBN untuk bisa mengimplementasikan apa-apa
saja yang saya sampaikan di atas. Fokus saya nanti, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hal ini saya lakukan agar alokasi anggaran untuk Banten, betul-betul masuk dan teralokasi. Itu perjuangan saya di DPR-RI nanti. Selain itu, saya aktif menpromosikan destinasi wisata Banten ke Nasional dan dunia internasional, mengajak investor mau berinvestasi di Banten. Saya pikir bila itu bisa dan berhasil dilakukan, In Shaa Allah Banten akan lebih maju dan sejahtera.

Terkait lembaga DPR-RI sekarang ini, bagaimana Anda melihatnya?

DPR RI secara lembaga belakangan kita lihat menurun kualitasnya dan menjadi salah
satu lembaga negara yang kurang mendapat kepercayaan masyarakat. Itu tercermin dari
hasil survei yang ada. Terlebih, banyak juga anggota DPR-RI terlibat korupsi. Ini
memang menjadi masalah sendiri bagi lembaga DPR-RI.

Padahal, DPR-RI sebagai lembaga perwakilan rakyat harusnya menjadi lembaga yang paling dipercaya rakyat. Tapi mengapa justru DPR-RI menjadi lembaga yang tidak dipercaya rakyat? Inilah yang harus dibenahi. Partai juga kita harapkan memilih caleg yang integritasnya baik, sehingga ke depan anggota DPR-RI terpilih adalah orang-orang berintegritas baik. Sistem juga harus diperbaiki. DPR-RI harus dibuat lebih terbuka dan harus ada pengawasan yang baik dari masyarakat dan partai terhadap kadernya.


Jika Anda terpilih nanti, apa yang akan Anda lakukan untuk membenahi DPR-
RI?

Kalau saya diizinkan Allah SWT terpilih jadi DPR-RI, In Shaa Allah terpilih ya, maka saya akan menggalang transparansi di DPR-RI. Pembahasan anggaran dengan eksekutif yang terbuka, transparan. Intinya, keterbukaan, akses informasi tentang kegiatan DPR-RI harus mudah didapat dan diketahui masyarakat. Sehingga, rakyat tahu DPR-RI-nya
sedang apa, sedang dimana dan apa yang dihasilkan. Itu akan membuat pengawasan
dari masyarakat menjadi sangat dekat. Itu hak rakyat, karena DPR-RI ini kan tuan dan
majikannya adalah rakyat. Jadi tuannya harus tahu apa yang dilakukan wakilnya. Intinya
itu.

Bagaimana keyakinan Anda, bisa memenangkan pileg nanti?

Keyakinan tentu harus dibangun dan dipupuk. Tanpa keyakinan, maka pekerjaan kita
akan terasa berat. Keyakinan itu justru modal awal untuk bekerja bersama rakyat. Tanpa
keyakinan, maka kita tidak akan percaya diri untuk dekat dengan rakyat. Jadi masalah
keyakinan, ya harus yakin penuh. Maka keyakinan akan menjadikan kita semangat.
Semangat akan membuat kita terasa ringan bekerja, maka kita akan selalu punya energi
untuk datang kepada rakyat dan mendengar suara rakyat.


Selain itu rakyat rindu akan lahirnya pempimpin dari daerah Banten Selatan, yang selama ini putra daerah belum pernah ada perwakilan di senayan sebagai calon maupun anggota DPR RI yang berasal dari Banten Selatan.

Terakhir, dukungan keluarga atas keputusan Anda maju jadi calon anggota
DPR-RI?

Terkait keluarga, tentu menjadi yang nomor satu bagi saya. Restu dan izin istri tercinta
yang selalu setia mendampingi saya mengarungi hidup ini adalah mutlak. Do’a Bapak,
Ibu, anak-anak dan adik-adik, tentu menjadi energi tak terhingga bagi saya. Mereka
adalah kumpulan semangat dan energi bagi saya. Mereka semua mendukung langkah
saya maju di kancah politik.

Mereka merestui saya berkompetisi menjadi wakil rakyat.
Demikian juga keluarga lainnya, sahabat, teman-teman, dan semua orang terdekat
dengan saya, mendukung dan memberi restu atas langkah saya. Tanpa restu mereka,
saya tentu bukan apa-apa. Jadi, mereka semua ada bersama-sama dengan saya dalam
dukungan dan dalam do’a.(Ck/red)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.