Berburu Moment Keramaian Dengan Bakcang dan Leupeut

303
Aminah bersama temannya, berdagang keliling memburu moment keramaian(fotoBantenTribun)

Mereka berjalan beriringan menyusuri trotor Jalan Widagdomeninggalkan keramaianAlun-alun Pandeglang.Tak nampak  wajah murung, bahkan sesekali tawa renyah keluar dari mulutnya, meski dagangannya tidak habis terjual. Mereka selalu memburu keramaian dengan menjajakan bacang dan leupeut.

Pandeglang,BantenTribun.id – Enam perempuan paruh baya itu berjalan beriringan dengan nyiru atau tampa terbuat dari anyaman bambu  yang berisi bakcang, leupeut dan telor asin. Mereka  bergerombol untuk menunggu angkutan umum yang akan membawanya kembali ke kampungnya. Hari itu, semua makanan dagangan  ke-6 perempuan itu masih banyak tersisa.

“Dagangan hari ini kurang laris, semuanya masih tersisa banyak,” kata Aminah (56), kepada BantenTribun, Selasa(10/10).

Hari itu, Aminah bersama ke-5  temannya asal Kampung Mandala, Kelurahan Mekar Agung, Kabupaten Lebak,Provinsi Banten, sengaja berdagang di Alun-alun Pandeglang. Mereka mengetahui di tempat ini sedang ada keramaian  dengan  acara pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab).

Menurut mereka, informasi keramaian itu diperoleh dari bandar atau yang biasa dipanggil boss,pemilik makanan dagangannya.

“Saya dikasih tau sama bos pak, kalau di Alun-alun  Pandeglang lagi ramai ada acara olahraga,” ungkap Amnah(45 ) pedagang lainnya.

Perlengkapan dan makanan sebagai barang dagangannya, ternyata sudah disediakan bandar tadi. Mereka mengaku  mendapat keuntungan bersih sekitar Rp60 sampai Rp70 ribu, jika dagangannya habis terjual.

“Hari ini sepi, paling dapat untung Rp30ribu-an lah, tapi ya disukuri saja, namanya juga dagang,” imbuh Marni (49).

Mereka menceritakan, jika ada keramaian dimanapun, selalu berusaha untuk tetap bisa dagang, selama masih bisa ditempuh dengan kendaraan angkot.

“Pernah dagang ke Labuan, Jiput atau Serang. Yang penting bisa dagang dan semoga habis,” kata Aminah.

Jika hari-hari tanpa moment keramaian, mereka hanya bisa  berdagang di sekitar terminal Mandala, Rangkasbitung.

Aminah, Marni dan Amnah, mengaku akan tetap berjualan dengan memburu moment keramaian di manapun berada, dengan leupeut dan bakcang, penganan tradisional yang berasal dari masyarakatTionghoa, yang menurut legenda kali pertama muncul pada zaman Dinasti Zhou.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here