Belajar dari Khabib Nurmagomedov dan Miftahul Jannah, Keyakinan Adalah Segalanya

Khabib Nurmagomedov
Khabib Nurmagomedov

Khabib Nurmagomedov dan Miftahul Jannah menginsirasi banyak orang, bila keyakinan adalah segalanya, prinsip yang tak bisa digaguh gugat oleh alasan apapun.

BantenTribun.id- Menjadi muslim atau muslimah sekaligus menjadi seorang atlet ternyata bukan perkara mudah, Khabib Nurmagomedov dan Miftahul Jannah sudah membuktikannya minggu ini.

Khabib, seorang atlet MMA asal Dagestan, bertarung dengan celeberity UFC, Connor McGreggor.

Siapa yang tak kenal Mc Greggor sebelumnya ia tak pernah kalah di octagon, kecuali di ring tinju saat di bantai Maywether. Ia pun tahu siapa Khabib, maka sesumbar pun ia keluarkan meski pertarungan belu digelar.

Sayang sesumbar Mc Greggor berujung bungkam, ia ditaklukan Si Elang dalam empat ronde, pukulan telak di ronde kedua plus cekikan terakhir di ronde ke-4 cukup untuk Khabib memenangkan gelar juara UFC.

Tapi bukan disitu poinnya, kericuhan yang terjadi pasca pertarungan menjadi perhatian dunia,

Khabib langsung melompat dari octagon dan menuju rekan mc greggor yang terus melakukan provokasi.

“ini memang bukan sisi terbaiku,” Ungkap Khabib, lalu ia pun menunjuk ke arah Mc Greggor dan berucap “Dia telah menghina agamaku, menghina negaraku dan menghina ayahku.”

Khabib menunjukan pada kita keyakinan seseorang jangan pernah coba diusik, bila tak ingin membangunkan macan tidur.

miftahul jannah
Miftahul Jannah

Jilbab dan Miftahul Jannah

Lain Khabib, lain pula Miftahul Jannah. Tapi sudut pandangnya sama soal keyakinan.

Miftahul Jannah wakil Indonesia di cabang Judo Asian Paragames 2018 kelas 52 kg, menolak membuka jilbabnya saat akan bertanding.

Prinsip kuat Miftahul Jannah akhirnya berbuntut diskualifikasi, lawannya pun menang tanpa bertanding.

Mundurnya Miftahul Jannah memang sempat disesalkan tim para Judo Indonesia, meskipun begitu, mereka jugasadar bila aturan dalam olahraga itu memang tidak diperkenankan adanya penutup kepala, sebab khawatir membahayakan atlit itu sendiri.

Aturan Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) menyatakan pemain tidak boleh menggunakan jilbab dan harus melepas jilbab, dikhawatirkan membahayakan keselematan. Ungkap penanggungjawab Judo Asian Paragames Indonesia, Ahmad Bahar.

Meski gagal bertanding, Jannah pun mengaku tak kecewa dengan keputusannya. “Lebih banyak lega, saya juga bangga karena bisa melawan diri sendiri, melawan ego sendiri. Ungkap Jannah.”

Saya punya prinsip tak mau dipandang terbaik di mata dunia, tapi (terbaik) di mata Allah.” Tambahnya. (Red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.