Atap Gedung Veteran Pandeglang Ambruk, Satu Keluarga Lolos dari Maut

242
Atap veteran Pandeglang ambruk, Kamis (21-12) pagi. M.Rivai dan Ibu Apip, dibawah puing reruntuhan. (foto-kar-BantenTribun)
Atap Gedung Veteran Pandeglang ambruk, Kamis (21-12) pagi. Tampak M.Rivai dan Ibu Apip, dibawah puing reruntuhan, samping tempat tidurnya. (foto-kar-BantenTribun)

Ambruknya Gedung milik LegiunVeteran RI Kabupaten Pandeglang ini termasuk bangunan sarat sejarah.Satu keluarga penjaga  yang lelap tertidur,selamat dan  lolos dari maut. Gedung di jalan Bank Banten  itu  berdiri di atas lahan yang dibeli dari uang legiun veteran tahun 1957, hasil pemberian dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 200 per anggota veteran. Pemkab diminta segera merenovasi bangunan, jika menghargai sejarah dan nilai-nilai perjuangan.

Pandeglang, BantenTribun.id – Atap bangunan Gedung Legiun Veteran  Kabupaten Pandeglang  yang terletak di Jalan Bank Banten, ambruk tadi pagi, Kamis (21/12), sekitar pukul 3.00 Wib. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Satu keluarga penjaga  yang menginap di gedung ini lolos dari maut akibat ambruknya atap gedung tersebut.

Ambruknya atap gedung ini, diduga akibat lapuknya  konstruksi atap yang terbuat dari kayu itu karena dimakan usia.

Menurut  M. Rivai EF, Ketua Dewan Harian Cabang Legiun Veteran Angkatan 45,  Ambruknya atap gedung milik legiun veteran tersebut akibat rangka atap kayu  yang sudah lapuk dimakan usia.   Ruangan bangunan berukuran sekitar 12 x 6 meter tersebut, saat ini dipergunakan untuk Kantor Kesbangpol Kabupaten Pandeglang sejak 3 tahun lalu.

“Kejadian ambruknya tadi pagi sekitar jam 3-an. Masih bersukur  satu keluarga penjaga yang menginap di sini selamat dari ancaman runtuhnya atap”, kata M Rivai, kepada BantenTribun, di lokasi kejadian, Kamis(21/12).

Ibu Apip (45), penjaga kantor yang menginap digedung tersebut menceritakan kejadian ambruknya gedung pagi tadi sangat mengagetkan dirinya yang sedang pulas tertidur bersama 3 anaknya. Sebelumnya, tidak terlihat tanda-tanda ambruk. Saat kejadian juga tidak dalam kondisi hujan lebat.

Alhamdulillah pak, masih dilindungi Gusti Allah, sehingga kami bisa selamat dari tindihan kayu dan genteng atap ini,” tutur Apip.

Dengan ambruknya atap itu, pihak Legiun veteran sangat berharap Pemkab Pandeglang dapat segera merenovasi bangunan. Legiun Veteran, masih kata Rivai, sudah sering mengajukan permohonan kepada Pemda Pandeglang agar membantu  renovasi. Namun, hingga detik ini, belum terlihat keseriusan Pemda merehab bangunan tua  dan bersejarah tersebut.

Muhammad Ilen, Kepala Seksi Penanganan Konflik Kesbangpol, juga membenarkan ambruknya atap yang terjadi tadi pagi, diduga akibat lapuknya atap kayu bangunan. Menurutnya, bagian gedung itu saat ini digunakan untuk penyimpanan barang dan arsip Kesbangpol, termasuk ruang WC.

“Kami juga berharap dengan ambruknya atap ini, Pemda dapat segera bergerak membantu renovasi,” kata Ilen.

Bangunan Veteran Sarat Sejarah    

Gedung milik LegiunVeteran RI Kabupaten Pandeglang ini termasuk bangunan yang sarat dengan sejarah. Gedung di jalan Bank Banten  ini berdiri di atas lahan yang dibeli dari uang yang berasal dari legiun veteran tahun 1957, hasil pemberian dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 200 per anggota veteran.

Rivai Menceritakan lebih jauh, uang yang seharusnya untuk anggota tersebut, sesuai kesepakatan anggota veteran , sebesar Rp 100,  dibelikan 2 bidang tanah yakni  di jalan Bank Banten dan jalan Ciekek Karaton, yang sekarang dipakai bangunan sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Pandeglang. Sebesar Rp 90,- dipergunakan untuk biaya pembangunan gedung veteran tersebut, bekerja sama dengan Bank Indonesia kala itu. Sisanya Rp 10, dipergunakan biaya administrasi dan lainnya.

“Makanya disinilah  cikal bakal Bank Banten itu berdiri,” jelas Rivai.

Sekitar tahun 2000-an, tanah di Ciekek resmi dihibahkan untuk MAN 1. Sementara tanah dan bangunan yang sekarang ini- dipinjampakai  untuk Kesbangpol- tetap milik legiun veteran.

Mengingat sejarah dan perjuangannya, Rivai sangat berharap bupati atau Pemkab saat ini bisa merenovasi atap bangunan yang kini ambruk. Ia percaya pemda sekarang menghargai nilai-nilai perjuangan dan nilai sejarah yang sudah dilakukan para anggota pejuang yang tergabung dalam legiun veteran.

“Jadi kami mohon lah kepada bupati atau pemda sekarang untuk segera merenovasi ambruknya atap bangunan ini, jika menghargai sejarah dan nilai-nilai perjuangan bangsa,” tutupnya,*(kar)

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here