Anyaman Bambu Warga Pasir Angin Tunjang Perekonomian Kampung

435
Nenek Arot(63) masih tetap menganyam bambu untuk mencukupi kebutuhan dapurnya( foto-BantenTribun)

Jaman boleh saja  berubah. Namun,  jika pasar masih memerlukan, para pengrajin anyaman bambu di Kampung Pasir Angin, PagerBatu, Pandeglang  ini akan terus berkarya meski sekarang sekedar pekerjaan sampingan untuk menghidupkan dapur agar tetap berasap.

Pandeglang,BantenTribun.id –  Tangan keriput Nenek Arot (63), terus bergerak  menganyam kukusan kecil. Dalam sehari, nenek renta  warga Kampung Pasir Angin  RT 01 RW 02 ini, masih mampu menghasilkan 10 buah kukusan anyaman yang terbuat dari bambu apus.

“Lumayan buat nambah kebutuhan dapur. Kukusan ini dijualnya lima ribu perak ke Pasar Pandeglang,” katanya kepada BantenTribun, Senin (2/10).

Kerajinan anyaman bambu itu masih  memberi andil terhadap roda perekonomian warga Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pager Batu, Kecamatan Majasari,Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Pasalnya, selain bercocok tanam, berdagang, dan bekerja di bidang lainnya, menganyam bambu menjadi boboko, aseupan, atau barang lainnya sudah menjadi bagian dari mata pencarian masyarakat  di kampung  tersebut.

Menurut A.Yana Wijaya, Lurah PagerBatu,  di Kampung yang  Pasir Angin, sebagai kampung  yang padat penduduk,  hampir semua warga, terutama yang ada di Rukun Warga 02, bisa  menganyam bambu. Bahkan tidak sedikit anak usia sekolah yang sudah memiliki keahlian menganyam bambu menjadi boboko atau peralatan lainya, seperti tampah, kipas, kukusan  atau aseupan.

“Jumlahnya lebih dari 100 KK  di kampung itu, yang masih mengandalkan hidup dari menganyam bambu,” ujar Yana Wijaya, kepada BantenTribun di Kantor Kelurahan PagerBatu, Senin(2/10).

“Sejak masih kecil anak-anak di daerah sini sudah diajari membuat boboko serta kerajinan anyaman bambu lainya, seperti kipas,”ungkap Nenek Arot.

Samsudin (28) , pegawai  staf kelurahan pagerbatu, selain bertani setiap harinya warga di Kampung PasirAngin, menganyam membuat boboko atau barang lainnya yang menggunakan bahan dasar Bambu Apus. Hal itu sangat dimungkinkan karena permintaan pasar terhadap hasil anyaman bambu, terutama boboko tidak pernah berhenti.

Perkampungan Pasir Angin Kelurahan PagerBatu, memang tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang. Jarak perkampungan ini hanya sekitar 5 kilometer saja dari pusat kota*(mi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here