Alumni Haji Kloter 18 JKG Pandeglang Menyambung Silaturahmi

118
Alumni Haji kloter 18 JKG Pandeglang Menyambung Silaturahmi
Alumni haji kloter 18 jkg tahun 2016 (foto-BantenTribun)

Dengan reuni ini, dapat menyegarkan kembali dan mempererat silaturahim serta menambah kemabruran. Bahwa orang-orang yang berangkat Haji adalah orang-orang yang beruntung. Maka betapa berharganya anugerah menjadi tamu Allah ini.

Pandeglang,BantenTribun.id – Alumni jamaah haji kloter 18 JKG asal Kabupaten Pandeglang tahun 2016, kembali menyelenggarakan acara silaturahmi. Kali ini, bertempat di kediaman H.Oleh dan Hj. Dede Puspita, di Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Minggu (12/11).

Banyak sekali manusia di dunia khususnya di Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji. Mereka rela menabung dan menunggu bertahun-tahun. Ada yang jadi berangkat ada juga yang tidak jadi berangkat, semua atas ijin Allah.

“Semoga kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah Allah berikan kepada kita dengan berbuat tidak baik selepas haji. Semoga kita menjadi haji dan hajjah yang mabrur, yang senantiasa memperbaiki akhlak dan keimanan kita setiap harinya,” kata Ustad Adad, penceramah yang mengisi kegiatan tersebut.

Ustad Adad, saat memberikan tausiyah di acara
Ustad Adad, saat memberikan tausiyah di acara silaturahmin alumni haji kloter 18 jkg tahun 2016(foto-BantenTribun)

Menurut Ustad Adad, selama beribadah haji, para alumni telah merasakan suka dan duka bersama dengan ukhuwah atau tali persaudaraan yang sangat baik. Dia berharap para jemaah mampu menjaga kemabruran usai beribadah haji untuk lebih giat beribadah dan beramal soleh di lingkungan masyarakat.

“Mabrur itu hakikatnya menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Ustad Adad,dari Desa Babakan Jati, Panimbang Jaya, KabupatenPandeglang.

Dalam tausiyahnya itu, Ustad juga mengingatkan sebaiknya setiap pertemuan silaturahmi bulanan, juga ada kegiatan pengumpulan  dana dari alumni. Dana yang terkumpul bisa langsung diserahkan untuk fakir miskin dan anak yatim ditempat sekitar.

“Sedikitnya kita membantu saudara-saudara kita yang fakir miskin atau anak-anak yatim yang terlantar. Dengan bantuan dana kita yang terkumpul tadi, diharapkan sebagai bentuk amal ibadah dan kepedulian kita terhadap penderitaan saudara saudara muslim kita,” kata Adad.

Ustad Adad juga mengutip pesan Rasulullah SAW dan berpesan kepada jemaah agar usai haji,  melakukan amal soleh dengan rajin berinfak dan sedekah, rajin silaturahmi satu sama lain dan melaksanakan salat berjamah.

“Termasuk memberi kepada orang kikir alias pedit sekalipun. Dengan itu kita sudah mencoba menyetop sifat kikir dari orang yang sudah terima pemberian kita,” imbuhnya.

Menurut Ustad Adad, sewaktu kita berhaji, kita berusaha untuk terus bisa sholat berjamaah. Ada yang berdalih mumpung ganjaran sholat di tanah suci berlipat ganda, kita semua berusaha maksimal dan berlomba-lomba. Jangan sampai setelah pulang kembali ke tanah air, sholat berjamaahnya malah kedodoran.

“Nah dengan silaturahim yang diadakan stiap bulan ini, paling tidak kita mengingatkan kembali diri kita untuk kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah hakikat mabrur,” tutup Ustad Adad*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here