Air Cilaut Burung Dipercaya Bisa Untuk Obati Penyakit Liver

1085

Kolam ini hanya memiliki diameter sekitar 3 meter saja. Sepintas, kolam juga terlihat dangkal. Namun, sampai sekarang belum ada yang berani menginjakkan kaki menuruni  kolam. Airnya, dipercaya bisa untuk mengobati berbagai penyakit.

Pandeglang,BantenTribun.id –   Cilaut Burung yang terletak Di Kampung Talaga Ciekek Babakan Karaton, Kecamatan Majasari, Pandeglang, mulai banyak menarik pengunjung. Umumnya pengunjung yang  datang dari luar daerah itu, selain untuk berziarah ke Makam Syech Aliyudin, juga untuk berobat di kolam kecil tadi. Air kolam Cilaut Burung ini dipercaya bisa untuk mengobati penyakit kuning atau liver. Kolam ini juga tidak pernah kering disaat kemarau dan tidak pernah meluber disaat musim hujan.

“Harus diingat, air kolam ini hanya perantara, tidak bisa menyembuhkan.Karena yang bisa menyembuhkan hanya Allah Yang Maha Kuasa,” kata Eman Sulaeman(60), penjaga makam dan kolam Cilaut Burung, kepada BantenTribun, Kamis (31/8).

Kolam Cilaut Burung, terlihat dangkal dan air yang jernih

Lokasi Cilaut Burung terletak tidak jauh dari Alun-alun Pandeglang, atau hanya berjarak sekitar 1 kilometer-an saja ke arah Pantai Carita.

Kolam ini hanya memiliki diameter sekitar 3 meter . Jika diamati sepintas, kolam juga terlihat dangkal. Namun begitu, menurut Eman, sampai sekarang belum ada orang yang berani menginjakkan kaki menuruni  kolam.

Eman menceritakan,  pernah ada yang mencoba mengukur kedalaman kolam dengan menggunakan sebatang bambu seukuran 10-12 meter, namun  nyatanya panjang bambu belum bisa menyentuh dasar kolam.

“Saya sendiri tidak berani turun. Jika membersihkan sampah dedaunan, ya dari pinggiran kolam saja,”katanya.

Eman Sulaeman, Menjaga cilaut burung-agar tidak terpeleset musrik (2)

Jenis ikan apapun tidak bisa hidup di kolam ini. Airnya terasa hambar, dengan suhu yang agak hangat. Tetapi untuk air kolam yang bersebelahan, justru memiliki suhu yang relatif dingin dan ikan darat dapat hidup.

“Konon menurut ceritera orang tua dulu, di kolam ini pernah hidup jenis ikan laut. Mungkin dari situ muncul nama Cilaut Burung, yang berarti “Laut Batal” atau batal menjadi laut. Saya juga tidak paham persis,” kata Eman.

Pngunjung yang datang ke Cilaut Burung, kebanyakan dari luar Kota Pandeglang. Lampung, Jawa Tengah, bahkan dari Malaysia pernah tercatat  mengunjungi tempat ini. Mereka mengetahui kabar tempat ini umumnya dari mulut ke mulut.

Kabar tentang   tingginya kandungan besi air kolam ini, kata Eman, juga tidak persis benar. Menurutnya,  rasa air yang dirasakan  pengunjung ternyata juga berbeda-beda.

“Ada yang merasakan manis, ada juga yang merasakan bau lumpur yang menyengat, atau bau besi, jadi mungkin akan kembali ke pribadi kita masing-masing  ya” terangnya.

Eman mengaku hanya memandu pengunjung untuk berziarah ke makam Syech Aliyudin. Kuburan ini sekarang tertutup tembok  disekelilingnya. Setelah melakukan jiarah, umumnya pengunjung mandi dan minum air kolam Cilaut Burung secara langsung, dari tempat yang sudah disediakan. Di komplek ini telah dibangun mushala sederhana, dan penerangan yang mencukupi.

“Intinya saya hanya menjaga dan mengigatkan agar pengunjung tidak terpelest kemusrikan,” tutupnya.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here