Di Banten, dalam Seminggu Sedikitnya Terjadi Lima Tangis Keluarga Akibat Kematian Ibu

USAID Beri Perhatian Atas  Kematian Ibu dan Bayi di Banten

Tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di Banten, USAID Beri Perhatian. 

Terungkap sedikitnya ada lima kali tangis keluarga di Banten dalam seminggu. Ini terjadi akibat tingginya angka kematian ibu.

BantenTribun.id-. Data yang dirilis USAID mengungkapkan terjadinya lima kali kematian dalam seminggu saat masa kehamilan, melahirkan dan paska persalinan.

Lebih miris lagi dalam seminggu angka kematian bayi  yang terjadi di Banten mencapai 27 kasus pasca persalinan.

Dalam data angka kematian tersebut, Kabupaten Serang menempati urutan tertinggi dengan 59 kasus dari 240 kasus kematian ibu sepanjang 2016. Kasus kematian terbanyak terjadi pasca  melahirkan yang mencapai 64 persen, kematian saat melahirkan 9 persen dan 24 persen saat kehamilan.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang diselenggarakan USAID dengan melibatkan puluhan media di Hotel Le Dian, Kota Serang, Kamis (8/11) mengangkat tema “Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi Banten”.

Diskusi ini diselenggarakan  terkait masih tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di provinsi Banten yang menempati urutan kedua setelah Sumatra Utara, disusul Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Kelima provinsi ini menyumbang angka kematian sekitar 53 persen secara nasional.

“Sedikitnya ada lima kali tangis keluarga dalam seminggu akibat meninggalnya seorang ibu di Banten dalam proses kehamilan, melahirkan dan pasca persalinan, ini sangat miris. Terlebih kematian bayi yang mencapai 27 kasus dalam seminggu,” ungkap Regional Manager USAID Jalin Project Provinsi Banten, DR. Harris Rambey, SKM, MA.

Penyebab kematian lebih banyak disebabkan pendarahan yang mencapai angka 38 persen, sedangkan hipertensi mencapai 19 persen. Ironisnya meskipun kematian lebih banyak akibat pendarahan, namun hingga tahun 2015 hanya tersedia tiga Bank Darah, plus satu unit transfusi darah di Banten.

Untuk memperkecil angka kematian dan peningkatan kesehatan  ibu dan bayi baru lahir, USAID saat ini sedang melaksanakan program Jalin Project. Program ini akan melibatkan partisipasi berbagai pihak, termasuk media massa sebagai pilar ke empat disamping Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, karena ada bermacam persoalan yang menjadi penyebab tingginya angka kematian tersebut. Terlebih diluar soal kesehatan ada pula persoalan non kesehatan yang menjadi penyebab, misalnya infrastruktur yang buruk, peningkatan sumber daya manusia, persoalan anggaran, fasilitas kesehatan, partisipasi sektor usaha swasta dan sebagainya. Khusus untuk Banten, keterlibatan pihak pemuka agama juga berperan, misalnya menghilangkan kebiasaan warga yang terkait dengan hal-hal non medis.(Nur.H/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.