84 Napi Rutan Pandeglang Dapat Remisi Idhul Fitri, 1 Napi Langsung Bebas

84 Napi penghuni Rutan Pandeglang Dapat Remisi Idhul Fitri, (foto-BantenTribun)

84 Napi penghuni Rutan Pandeglang dapat remisi Idhul Fitri, (foto-BantenTribun)

Sebanyak 84 narapidana penghuni di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Pandeglang, mendapatkan Remisi Idhul Fitri 1439 H. Satu diantara penerima remisi itu bakal langsung bebas usai shalat ied besok.

Pandeglang, BantenTribun.id- Rutan Kelas IIB Pandeglang mengusulkan 84 narapidana (napi) untuk mendapatkan Remisi Idul Fitri 1439 H. Dari jumlah napi yang bakal dapat remisi ( pengurangan masa pidana), 1 orang diantaranya langsung bebas pada hari Raya Idhul Fitri besok.

Menurut Kepala Rutan Pandeglang, Heri Kusrita, remisi khusus bagi napi yang diberikan terdiri dari dua kategori, yakni Remisi Khusus 1 (RK 1) bagi napi yang masih menjalani sisa hukuman pidana dan Remisi Khusus 2 (RK2) bagi napi yang langsung bebas.

Untuk remisi khusus hari raya keagamaan RK1 kita usulkan 83 orang. Untuk RK2 ada 1 orang, RK 1 yang terkait PP Nomor 99 tahun 2012 kita usulkan 6 orang,” kata Heri, kepada Banten Tribun, Kamis (14/6).

Mereka yang diusulkan mendapat remisi khusus ini, lanjut Karutan, berasal dari kasus umum seperti, kesusilaan, pengelapan, penganiayaan, pencurian, pornografi, kasus kekerasan dalam rumah tangga, perjudian, dan kasus narkotika serta korupsi terkait PP 99 Tahun 2012.

Besaran remisi khususnya ini 15 hari sampai satu bulan. Ada yang paling tinggi yakni 1 bulan 15 hari,” imbuh Heri.


Kata Heri, pemberiaan remisi harus memenuhi ketentuan yang berlaku, yakni memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Untuk mendapat remisi, warga binaan permasyarakatan, sedang tidak menjalani CMB, tidak sedang menjalani pidana pengganti denda, tidak dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup, sudah menjalani pidana lebih dari enam bulan dan tidak dikenakan hukuman disiplin.

“Ada persyaratan tambahan bagi narapidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, pelanggaran HAM berat, kejahatan transnasional dan kejahatan terhadap keamanan Negara, diantaranya wajib melampirkan surat keterangan bersedia bekerjasama untuk membantu membongkar tindak pidana yang ditetapkan instansi penegak hukum”, jelas Karutan.


“Khusus untuk kasus terorisme harus dilengkapi surat keterangan telah mengikut program deradikalisasi dari Karutan atau BNPT bagi narapidana terorisme. Untuk narapidana kasus korupsi, dilengkapi persyaratan bukti telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai putusan pengadilan.” tambahnya.


Di Rutan Pandeglang tidak terdapat napi teroris. Besaran remisi, 15 hari bagi narapidana dan anak pidana yang menjalani 6 sampai 12 bulan, 1 bulan bagi narapidana dan anak pidana yang menjalani 12 bulan atau lebih.

Kemudian, tahun kedua dan ketiga diberi remisi 1 bulan, tahun keempat dan kelima diberi remisi 1 bulan 15 hari, tahun keenak dan seterusnya diberi remisi 2 bulan.


“Pemberian remisi kita rencanakan setelah atau sebelum shalat Idul Fitri di dalam Rutan. Mudah-mudahan dengan pemberiaan remisi ini, para warga binaan dapat lebih intropeksi dan menyadari kesalahannya, sehingga merubah perilaku menjadi lebih baik.” tutup Heri.( kar/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.