5 Pertanyaan Ini Bisa Buktikan Kamu Siap Nikah

123
5 Pertanyaan Ini Bisa Buktikan Kamu Siap Nikah
Ilustrasi: askmen

Meski cinta dan kesiapan batin untuk menikah tak bisa diukur dengan matematika dan statistik. Kamu perlu indikator lebih konkret untuk mengetahui jika kamu benar-benar siap untuk melamar, menikahi dan mengarungi rumah tangga berkah bersamanya.

Pandeglang, BantenTribun.id- Yuk ngaku, bila kamu yang kini berstatus Jomblo dengan Alasan Penting – ngga mau pacaran – maunya langsung nikah.

Juga buat kamu yang ngerasa udah siap lahir batin untuk mendayung perahu cinta bersama pasanganmu. Pernah ngga kamu mengukur seberapa besar tingkat kesiapanmu dalam mengarungi pernikahan?

Jika belum, lima pertanyaan ini setidaknya bisa menjadi indikator dan jadi bukti bila kamu benar-benar siap untuk menikah.

Apakah kamu siap terkejut melihat hal baru dari pasanganmu ?

Buat kamu yang kini masih singel, kehidupanmu pasca menikah so pasti bakal berubah. Kamu akan bertemu dengan pasanganmu setiap hari, dari sejak bangun pagi hingga tidur lagi. Awalnya mungkin biasa saja. Saling Jaga Image.

Bagi yang nikah setelah melewati masa pacara juga sama, masa pacaran adalah masa indah di awang-awang. Tampil sempurna jadi mazhab utama untuk dilihat sang kekasih tercinta.

Namun, lama kelamaan akan terkuak juga. Kamu yang tadinya melihat dia begitu perfect, akan terkejut bila melihat hal terburuk yang dipertontonkan pasanganmu. Tapi itulah pernikahan kesiapan kamu menerima si dia apa adanya menjadi kunci bahagianya sebuah pernikahan.

Apakah kamu siap mengarungi pahit getir kehidupan?

Kehidupan pernikahan tak melulu soal hidup bak manis madu. Akan ada pahit getir yang bakal kamu alami. Nikah tak hanya menyatukan dua kasih yang saling cinta, tapi juga dua keluarga besar dari kamu dan si dia.

Masalah akan selalu ada, mulai dari soal ekonomi hingga orang ketiga, dari mertua hingga anak yang mulai durhaka. Belum lagi soal rumah yang mulai tak tertata. Bila kamu tak siap menghadapinya, berarti kamu juga belum siap untuk menikah.

Apakah Kamu Siap Kehilangan Kebebasan?

Waktu masih nge jomblo, kamu bakal bebas pergi kemana pun. Hunting foto, naik gunung, kuliner, traveling ala backpacker dan semacamnya.

Pas udah nikah, kamu harus pikir-pikir lagi, karena bakal tak sebebas biasanya. Apalagi bila ekonomi keluargamu belum maksimal.

Memilih hal prioritas untuk keluarga bakal jadi opsi pertama ketimbang kembali asik dengan masa lalumu.

Apakah Kamu Siap Menyelesaikan Masalah Bersama-sama?

Menikah berarti juga menggabungkan dua masalah. Persoalan ekonomi, keluarga besar, anak dan hal pelik lainnya bakal menjadi bagian hidup yang harus dinikmati.

Dalam beberapa kondisi, kamu bakal tak sanggup menyelesaikannya sendirian. Perlu ada diskusi yang kadang harus mengesampingkan ego demi sebuah solusi.

Bila kamu belum siap sharing dengan si dia – semua masalah disimpan sendiri –  maka sejatinya kamu belum siap untuk menikah.

Apakah Kamu Siap Menemukan Tujuan Hakiki Sebuah Pernikahan?

Ada baiknya bila ada yang datang atau mau melamar. Pikirkan dulu dengan matang apa yang menjadi tujuan kamu menikahi pasanganmu.

Tujuan memiliki arti penting untuk mengetahui kemana arah bahtera yang kamu bawa. Tujuan yang jelas akan memudahkanmu dan si dia menghadapi berbagai rintangan dan cobaan yang mendera.

Bila tujuan ini belum kamu temukan, cari dan pahami dulu. Karena hidup tanpa tujuan akan membuat kamu terombang-ambing dalam mengarungi kehidupan. (red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here