3 Oknum LSM Pemicu Kerusuhan Mapolsek Bayah Ditangkap, 1 Orang dari Pandeglang

Konferensi pers tertangkapnya 3 oknum LSM yang mengaku polisi, pemicu kerusuhan polsek bayah
Kapolda Banten dalam Konferensi pers di Mapolda, Rabu (16/5), terkait  tertangkapnya 3 oknum LSM yang mengaku polisi, pemicu kerusuhan Polsek Bayah

Tiga oknum LSM yang mengaku Polisi yang menculik dan memeras pengusaha benur di Bayah, berhasil ditangkap pihak Kepolisian. Satu orang oknum LSM yang ditangkap tersebut berasal dari Saketi Pandeglang, terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat penangkapan.

Pandeglang,BantenTribun.id— Tiga pelaku  yang mengaku anggota Polisi yang melakukan penangkapan dan pemerasan pengusaha benur di Bayah  Kabupaten Lebak, Banten, berhasil ditangkap di tempat berbeda.

Satu dari 3 orang tersebut diketahui  berasal dari Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang. Dua oknum LSM lagi dinyatakan buron dan masih dalam pengejaran pihak Kepolisian.

Ulah ke 5 oknum LSM yang melakukan penculikan dan pemerasan pengusaha benur di Bayah tersebut menjadi  pemicu kerusuhan yang berujung pengrusakan Mapolsek Bayah oleh massa pada Sabtu(12/5) pekan lalu.

Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan, dalam aksi ini ada lima pelaku, tiga di antaranya sudah di amankan. Ketiga pelaku tersebut yakni Hendra, Toha, dan Sudin, dua diantaranya masih DPO (Daftar Pemcarian Orang).

“Pelaku merupakan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ada juga masyarakat biasa,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (16/5/2018).

Tiga pelaku diamanakan di tempat berbeda, pada Senin (13/5/2018), yang pertama Hendra di tangkap di rumahnya  di Kampung Cepunaga, RT 03 RW 04, Desa Cihara, Lebak, Banten,  subuh sekitar jam 02:00 pagi.

Pelaku kedua Toha, ditangkap di Saketi sekitar jam 04:00 pagi dan Sudin di wanasalam 05:00 pagi. Pelaku Toha terpaksa merasakan timah panas dikakinya karena berusaha melarikan diri saat penangkapan.

“Pertama Hendra di rumahnya dan kita dapati ada mobil serta senpi, handpone milik korban yang di bawa pelaku, kedua Toha kemundian Sudin,” paparnya.

Aksi pelaku sudah di rencanakan dengan matang. Kapolda Banten menjelaskan, awal mula lima pelaku berkumpul di rumah Sudin, untuk menyiapkan perlengkapan beraksi. Pembagian tugas pun dimulai, dari menyediakan kendaraan hingga menyiapkan dua pucuk senjata  air softgun jenis revolver. Dalam perencanaan tersebut mereka menentukan lokasi dan calon korban.

Saat melakukan pencarian korban, di dapati Anwar (Korban) dan rekanya (Gugun) yang saat itu sedang melakukan transaksi dengan salah satu pelaku, yang sudah di rencanakan melakukan pertemuan dengan Anwar untuk membeli benih benur.

“Ada yang selaku sebagai pembeli rekan korban ini, lalu mereka yang mengaku anggota menyergap, Anwar di bawa putar-putar lalu di turunkan ke jalan,” jelas Kapolda.

Salah seorang warga yang mengenal korban, mencoba menghalangi aksi para tersangka namun justru  ditabrak oleh para tersangka.

“Ini yang menyebabkan kemarahan warga lain. Tersangka mengaku sebagai anggota Polri dengan menunjukan KTA (Kartu Tanda Anggota). Karena takut, korban percaya saja. Di dalam mobil itu, para tersangka memeras korban sambil mengancam akan menembak korban,” kata Kapolda.

Tiga pelaku di kenakan pasal berlapis, Pasal 365 KUHP pencurian, 33 KUHP dan 368 KUH. Barang bukti (Barbuk) yang berhasil di amankan berupa, satu buah mobil, dua pucuk senjata airsofgan, uang tunai 23 juta, dua Motor dan serta handpone milik pelaku serta korban.(ck/red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here